BEI Suspensi 7 Saham Usai Harga Melonjak Tajam, Ini Daftarnya!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan delapan saham pada Jumat, 12 September 2025. Langkah ini diambil setelah terjadi peningkatan harga kumulatif...
Otoritas bursa menegaskan investor sebaiknya selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan terkait.
Harga Saham
PT Voksel Electric Tbk (VOKS) mencatat lonjakan harga saham pada perdagangan Kamis, 11 September 2025. Saham VOKS ditutup di Rp374 per saham, naik 24,67% atau 74 poin dari penutupan sebelumnya di Rp300. Saham ini dibuka di Rp352 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp374, sementara harga terendah tercatat Rp328. Total volume transaksi mencapai 12,89 juta lembar saham. Sejak awal tahun, saham VOKS sempat berada di level terendah Rp187 pada 6 Agustus 2025 dan menembus level tertinggi Rp374 pada 11 September 2025. Dalam 52 minggu terakhir, pergerakan harga saham VOKS berada di kisaran Rp180 hingga Rp398. Dengan harga saat ini, kapitalisasi pasar VOKS tercatat Rp1,55 triliun.
PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) juga mencatat kenaikan signifikan pada hari yang sama. Saham PPRI ditutup di Rp422 per saham, naik 17,22% atau 62 poin dari penutupan sebelumnya di Rp360. Saham ini dibuka di Rp366 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp450, sedangkan harga terendah berada di Rp366. Volume perdagangan mencapai 149,89 juta lembar saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi PPRI tercatat di Rp422 pada 11 September 2025, sementara terendah berada di Rp126 pada 6 Januari 2025. Dalam 52 minggu terakhir, pergerakan harga saham berada di kisaran Rp90 hingga Rp450. Kapitalisasi pasar PPRI kini mencapai Rp453,66 miliar.
PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) juga menutup perdagangan dengan kenaikan. Saham NAYZ ditutup di Rp125 per saham, naik 3,31% atau 4 poin dari penutupan sebelumnya di Rp121. Saham ini dibuka di Rp133, dengan level tertinggi harian Rp133 dan terendah Rp120. Volume transaksi tercatat 16,65 juta lembar saham. Sejak awal tahun, harga saham NAYZ pernah mencapai puncak di Rp152 pada 3 Februari 2025 dan terendah di Rp39 pada 23 Juli 2025. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini bergerak di kisaran Rp19 hingga Rp167. Dengan harga terkini, kapitalisasi pasar NAYZ mencapai Rp318,75 miliar.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah