BEI Suspensi 7 Saham Usai Harga Melonjak Tajam, Ini Daftarnya!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan delapan saham pada Jumat, 12 September 2025. Langkah ini diambil setelah terjadi peningkatan harga kumulatif...

BEI Suspensi 7 Saham Usai Harga Melonjak Tajam, Ini Daftarnya!
Bacakan Artikel

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) mencatat lonjakan tajam pada perdagangan Kamis, 11 September 2025. Saham CBRE ditutup di Rp620 per saham, naik 25% atau 124 poin dari penutupan sebelumnya di Rp496. Saham ini dibuka di Rp520 dan langsung menembus level tertinggi Rp620, dengan harga terendah Rp520. Total volume transaksi mencapai 680,74 juta lembar saham. Sejak awal tahun, saham CBRE sudah menyentuh rekor tertinggi Rp620 pada 11 September 2025, sementara posisi terendahnya berada di Rp19 pada 2 Januari 2025. Dalam 52 minggu terakhir, pergerakan harga saham berada di kisaran Rp18 hingga Rp620. Dengan harga saat ini, kapitalisasi pasar CBRE mencapai Rp2,81 triliun.

PT Golden Flower Tbk (POLU) juga menguat pada perdagangan 11 September 2025. Saham POLU ditutup di Rp15.925 per saham, naik 7,06% atau Rp1.050 dari penutupan sebelumnya di Rp14.875. Sepanjang perdagangan, saham ini dibuka di Rp17.500 yang juga menjadi level tertinggi harian, sementara harga terendah tercatat Rp15.025. Total volume transaksi mencapai 238.300 lembar saham. Sejak awal tahun, saham POLU pernah berada di titik terendah Rp1.630 pada 22 Januari 2025. Pada hari yang sama, saham ini mencetak rekor tertinggi tahun berjalan di Rp15.925. Dalam 52 minggu terakhir, pergerakan harga saham berada di kisaran Rp540 hingga Rp17.500. Kapitalisasi pasar POLU kini senilai Rp11,94 triliun.

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) juga mencatat penguatan. Saham PBSA ditutup di Rp930 per saham, naik 3,33% atau 30 poin dari penutupan sebelumnya di Rp900. Saham ini dibuka di Rp900, lalu sempat menyentuh level tertinggi Rp940 dan terendah Rp885. Total volume perdagangan mencapai 7,38 juta lembar saham. Sejak awal tahun, saham PBSA sudah mencapai titik tertinggi Rp930 pada 11 September 2025, sementara terendah berada di Rp322 pada 28 Februari 2025. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini bergerak di kisaran Rp290 hingga Rp1.050. Dengan harga saat ini, kapitalisasi pasar PBSA mencapai Rp2,79 triliun.

PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) juga menutup perdagangan dengan kenaikan. Saham ASPI ditutup di Rp530 per saham, naik 4,95% atau 25 poin dari penutupan sebelumnya di Rp505. Saham ini dibuka di Rp505 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp575 serta terendah Rp498. Volume transaksi mencapai 4,67 juta lembar saham. Sepanjang tahun berjalan, harga saham ASPI mencapai titik tertinggi Rp530 pada 11 September 2025 dan terendah Rp107 pada 11 Februari 2025. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini bergerak di kisaran Rp102 hingga Rp575. Dengan harga saat ini, kapitalisasi pasar ASPI tercatat Rp361,36 miliar.

Pilih Halaman: