Bukan Gubernur Lagi, Diam-Diam Ridwan Kamil Rintis Bisnis Kopi Kelas Dunia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Lama tak terdengar, apa kabar Ridwan Kamil saat ini? Setelah tak terpilih menjadi Gubernur Jakarta, Kang Emil, demikian sapaan akrabnya, jarang terlihat di depan publik. Kemu...

Bukan Gubernur Lagi, Diam-Diam Ridwan Kamil Rintis Bisnis Kopi Kelas Dunia
Bacakan Artikel

Ia berbagi cerita soal inspirasinya yang datang dari pengalaman berkeliling dunia selama 10 tahun. Selama perjalanannya, ia mengaku sering kesulitan menemukan restoran Indonesia di luar negeri. Hal ini berbeda dengan makanan China dan Jepang yang sudah lebih dikenal secara global. Namun, ia melihat peluang besar pada kopi. Menurutnya, kopi lebih mudah dikelola dan memiliki pasar yang luas.

Kang Emil mengungkapkan, kopi adalah minuman yang disukai di seluruh dunia. Konsumsinya pun tidak terbatas oleh waktu. "Kopi bisa dinikmati kapan saja, pagi, siang, sore, atau malam," ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi besar kopi Indonesia. Namun, produktivitasnya masih tertinggal dibandingkan Vietnam. "Di Vietnam, satu hektar bisa menghasilkan lima ton kopi, sedangkan di Indonesia baru satu ton per hektar," jelas Kang Emil.

Ia menargetkan bisnis Jabarano Coffee tidak hanya menjual kopi di kafe, tetapi juga memiliki perkebunan sendiri untuk mendukung rantai pasokan. Ia optimistis dengan peluang pasar yang terus tumbuh. "Eropa saja pasarnya mencapai US$40 miliar, sementara China US$16 miliar. Demand naik 34%, tapi suplai kopinya tidak bertambah," tambahnya.

[caption id="attachment_34977" align="alignnone" width="828"] Foto: Instagram Jabarano Coffe[/caption]

Rencana ekspansi ke luar negeri juga sudah disusun. Ekspansi bisnis Jabarano Coffee dimulai pada 25 Januari 2025 di Seoul, Korea Selatan. "Minggu ini kami buka outlet pertama di Seoul," ungkapnya. Setelah Seoul, Jabarano Coffee juga akan hadir di Copenhagen - Denmark, Budapest - Hungaria, dan Madinah - Arab Saudi. Di Asia Tenggara, Jabarano Coffee telah mencapai kesepakatan ekspansi di Vietnam.

Kang Emil mengatakan, kehadiran di negara-negara tersebut didukung oleh mitra lokal dan hubungan baik dengan duta besar.

"Misalnya di Hungaria, nanti Maret kami buka di Budapest karena Dubes Pak Dimas Wahab sangat mendukung. Dengan adanya mitra lokal, ekspansi jadi lebih mudah," jelasnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: