Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Paruh Pertama 2026

Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Paruh Pertama 2026
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
Bacakan Artikel

Laba operasional sebelum pencadangan (Pre-Provision Operating Profit/PPOP) juga menyentuh angka tertinggi sepanjang sejarah perusahaan di level Rp18,50 triliun, atau tumbuh 14,5% YoY. Pertumbuhan ini terjadi di tengah kenaikan beban operasional (OPEX) sebesar 12,6% menjadi Rp15,54 triliun yang dipicu oleh investasi digitalisasi dan remunerasi variabel.

Dari sisi neraca, BNI memperkuat posisi keuangannya dengan total aset mencapai Rp1.461 triliun per Juni 2026. Angka ini meningkat 21,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp1.201,7 triliun.

Penyaluran kredit (gross) BNI tumbuh agresif sebesar 24,4% YoY menjadi Rp968,5 triliun pada semester I 2026. Segmen korporasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 24,5% mencapai Rp542,7 triliun, disusul segmen menengah yang melonjak 62% menjadi Rp170 triliun.

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tercatat solid sebesar Rp1.100,2 triliun, tumbuh 22,3% YoY. Rasio dana murah atau CASA (Current Account Saving Account) berada di level 65,4% dari total DPK.

Untuk menjaga kekuatan neraca, BNI mencatatkan total ekuitas sebesar Rp168,23 triliun, tumbuh tipis 1,8% dari Rp165,19 triliun pada Juni 2025. Adapun total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp1.292,8 triliun.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: