EXCL Cetak Laba Rp1,37 Triliun di Kuartal I 2026, Bisnis Data dan 5G Jadi Andalan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) atau XLSMART mencatatkan kinerja keuangan cemerlang pada awal tahun 2026. Perseroan berhasil membukukan laba bersih yang dinormalisasi (Normalized PAT) sebesar Rp1,37 triliun pada kuartal pertama 2026 (Q1 2026).

Angka tersebut melesat 254% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp388 miliar. Lonjakan laba ini ditopang percepatan sinergi pasca-merger dan optimalisasi layanan data.

Berdasarkan laporan presentasi hasil Q1 2026 yang dirilis Selasa (12/5/2026), total pendapatan konsolidasi XLSMART mencapai Rp11,84 triliun. Perolehan ini tumbuh 38% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp8,60 triliun pada kuartal I 2025.

Layanan data dan digital menjadi kontributor utama dengan sumbangsih Rp10,87 triliun atau sekitar 91,8% dari total pendapatan. Sementara pendapatan non-data tercatat sebesar Rp967 miliar.

Pertumbuhan pendapatan didorong meningkatnya kualitas pasar dan kenaikan rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) campuran menjadi Rp47,3 ribu. Trafik layanan data juga melonjak 36% YoY menjadi 3.867 petabytes.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi mengatakan fokus utama perusahaan saat ini adalah memperkuat kualitas jaringan dan memperluas pengalaman 5G di seluruh Indonesia.

“Integrasi jaringan dan ekspansi 5G menjadi fondasi utama XLSMART dalam membangun pengalaman digital generasi berikutnya di Indonesia. Dengan infrastruktur yang semakin kuat dan terintegrasi, kami berada pada posisi yang lebih siap untuk menghadirkan kualitas layanan yang semakin baik bagi pelanggan,” ujar Rajeev di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Dari sisi pengeluaran, total beban operasional XLSMART pada Q1 2026 tercatat sebesar Rp6,42 triliun. Angka ini naik 50% dibandingkan Q1 2025 sebesar Rp4,28 triliun seiring perluasan skala bisnis setelah penggabungan usaha.

Rincian beban tersebut mencakup biaya infrastruktur sebesar Rp1,77 triliun dan biaya regulasi Rp1,84 triliun. Beban interkoneksi dan biaya langsung lainnya tercatat Rp984 miliar.

Manajemen juga berhasil menekan biaya tenaga kerja menjadi Rp877 miliar, turun dibanding kuartal sebelumnya seiring struktur organisasi yang semakin stabil. Biaya pemasaran tercatat Rp782 miliar untuk menangkap momentum Ramadan.

Meski beban operasional meningkat secara tahunan, EBITDA yang dinormalisasi tetap tumbuh 26% YoY menjadi Rp5,43 triliun. Margin EBITDA yang dinormalisasi stabil di level 46%.

Dari sisi neraca, XLSMART mencatat total utang kotor (gross debt) sebesar Rp21,12 triliun per Maret 2026. Jumlah ini meningkat dibandingkan posisi Maret 2025 sebesar Rp13,08 triliun. Adapun utang bersih perusahaan berada di angka Rp18,42 triliun.

Peningkatan utang tersebut sejalan dengan investasi masif pada infrastruktur. Perseroan telah mengucurkan belanja modal (capitalized capex) sebesar Rp2,25 triliun hingga akhir Maret 2026, naik 78% YoY.

Dana tersebut digunakan untuk integrasi jaringan, ekspansi 5G, dan modernisasi infrastruktur.

Hingga saat ini, XLSMART mengoperasikan lebih dari 253 ribu BTS di seluruh Indonesia, tumbuh 54% YoY. Layanan 5G perusahaan kini telah menjangkau 43 kota strategis.

Untuk tahun buku 2026, XLSMART membidik pertumbuhan pendapatan sejalan dengan pasar. Perseroan juga menargetkan pertumbuhan EBITDA sebesar dua kali lipat dari pertumbuhan pendapatan, dengan alokasi belanja modal sekitar Rp15 triliun.

Sinergi merger diharapkan memberikan kontribusi senilai US$250 juta hingga US$300 juta.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pendapatan Tembus Rp146,7 Triliun, Telkom Bukukan Laba Rp17,8 Triliun pada 2025,

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...

Satgas PASTI Blokir Magento, Platform Ilegal yang Menjanjikan Cashback dan Komisi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru