Gaet Mitra Global, SMLE Genjot Bisnis Minyak Nilam hingga Plastik Ramah Lingkungan di 2026
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menyusun serangkaian strategi ekspansi agresif guna memacu pertumbuhan bisnis pada tahun mendatang. Emiten yang bergerak di bidang baha...
Siu Min juga menyoroti peluang besar di sektor material ramah lingkungan. Perseroan tengah melakukan persiapan Joint Venture dengan perusahaan biodegradable terkemuka asal China. Langkah ini diambil untuk mendiversifikasi bisnis ke segmen material ramah lingkungan.
Nilai pasar plastik mudah terurai di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari USD 178 juta pada tahun 2032. Sektor ini memiliki potensi pertumbuhan CAGR sebesar 14,92% dari tahun 2023 hingga 2032.
Transformasi model bisnis juga menjadi fokus utama perseroan melalui entitas anak usahanya, PT Sinar Aroma Sentosa (SINAROM). Pabrik SINAROM telah resmi beroperasi sejak 18 Februari 2025. Kehadiran pabrik ini memungkinkan SMLE berevolusi dari sekadar distributor menjadi penyedia solusi (solution provider).
Melalui SINAROM, perseroan tidak hanya mengandalkan distribusi bahan baku saja. Perusahaan kini masuk ke proses blending dan finishing. Strategi ini diharapkan memberi nilai tambah margin yang lebih tinggi serta mengurangi ketergantungan eksternal.
Dari sisi kinerja keuangan, SMLE mencatatkan pendapatan sebesar Rp 153,59 miliar pada kuartal III-2025. Angka ini mengalami koreksi sebesar 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 168,92 miliar.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...