Gaet Mitra Global, SMLE Genjot Bisnis Minyak Nilam hingga Plastik Ramah Lingkungan di 2026
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menyusun serangkaian strategi ekspansi agresif guna memacu pertumbuhan bisnis pada tahun mendatang. Emiten yang bergerak di bidang baha...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menyusun serangkaian strategi ekspansi agresif guna memacu pertumbuhan bisnis pada tahun mendatang. Emiten yang bergerak di bidang bahan baku kimia khusus ini membidik kemitraan strategis global hingga pengembangan produk bernilai tambah tinggi. Rencana besar ini dipaparkan langsung oleh manajemen dalam gelaran Public Expose di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Direktur Utama PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE), Siu Min, menjelaskan perseroan tengah memperkuat fondasi bisnis untuk keberlanjutan jangka panjang. Salah satu langkah strategis utama adalah menjalin kerja sama dengan PT Kencana Alam Sakti.
Kerja sama ini berfokus pada produksi minyak nilam (patchouli oil) berkualitas tinggi. Produksi ini menargetkan pasar lokal maupun ekspor yang akan dimulai pada tahun 2026. Langkah ini memperkuat posisi bisnis SMLE di sektor komoditas strategis.
Indonesia diketahui menyumbang sekitar 85% dari total pasokan minyak nilam global. Potensi pasar industri ini diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 4,4% dari tahun 2025 hingga 2035.
Selain minyak nilam, SMLE juga menggandeng mitra internasional. Perseroan menjalin kerja sama sole distributorship strategis dengan Sino Lion USA. Kemitraan ini bertujuan menyediakan produk bahan fungsional berkinerja tinggi untuk industri kosmetik dan perawatan pribadi mulai tahun 2026.
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...