Gaet Mitra Global, SMLE Genjot Bisnis Minyak Nilam hingga Plastik Ramah Lingkungan di 2026
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menyusun serangkaian strategi ekspansi agresif guna memacu pertumbuhan bisnis pada tahun mendatang. Emiten yang bergerak di bidang baha...
Perseroan juga mencatatkan rugi bersih berjalan sebesar Rp 2,11 miliar pada periode ini. Padahal, pada periode yang sama tahun 2024, perseroan membukukan laba bersih Rp 4,02 miliar.
Manajemen menjelaskan penurunan total penjualan sampai dengan kuartal III-2025 terjadi karena Perseroan memprioritaskan penjualan produk dengan margin yang lebih besar.
Upaya meningkatkan kualitas pendapatan membuat Perseroan secara bertahap mengurangi penjualan produk dengan margin rendah. Langkah ini pada tahap awal memang berdampak pada penurunan volume penjualan secara keseluruhan.
Untuk tahun 2026, Perseroan akan tetap fokus pada bahan baku untuk kosmetik, makanan, dan kimia industri. Perseroan juga telah resmi memperoleh Izin Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang berlaku hingga 2030. Izin ini memperluas cakupan distribusi farmasi SMLE ke seluruh wilayah Indonesia.
Perseroan berkomitmen mengoptimalkan seluruh sumber daya dengan memangkas biaya yang tidak produktif. Hal ini dilakukan agar operasional lebih efisien dan profitabilitas berkelanjutan dapat tercapai.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...