Harga Melonjak Gila-gilaan, Saham RLCO Masuk Radar Pengawasan Bursa
STOCKWATCH (JAKARTA) โ Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyalakan sinyal waspada bagi para pelaku pasar. Otoritas bursa kini memantau ketat pergerakan saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO). S...
STOCKWATCH.ID STOCKWATCH (JAKARTA) โ Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyalakan sinyal waspada bagi para pelaku pasar. Otoritas bursa kini memantau ketat pergerakan saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO). Saham ini dinilai bergerak liar atau di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, membenarkan langkah tersebut. Ia menyebut terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham RLCO. Pengumuman ini disampaikan melalui keterbukaan informasi di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Meski masuk radar pengawasan, status ini bukan berarti emiten telah melakukan kesalahan. Yulianto menegaskan penetapan UMA bukan vonis pelanggaran hukum.
"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," jelas Yulianto.
Bursa mencatat rekam jejak informasi perusahaan. Informasi terakhir mengenai RLCO dipublikasikan pada 5 Desember 2025. Isinya terkait pencatatan saham dari penawaran umum perdana.
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90