Keuangan Belum Pulih, Bank KB Bukopin Merugi Rp6,05 Triliun pada 2023
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Kinerja keuangan PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) belum pulih, setidaknya hingga akhir tahun lalu. BBKP kembali merugi Rp6,05 triliun pada 2023, meningkat 20,33% dari rugi Rp5,...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Kinerja keuangan PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) belum pulih, setidaknya hingga akhir tahun lalu. BBKP kembali merugi Rp6,05 triliun pada 2023, meningkat 20,33% dari rugi Rp5,03 triliun tahun 2022. Upaya perbaikan kinerja keuangan oleh manajemen belum membuahkan hasil signifikan.
Kerugian tersebut, menurut laporan keuangan per 31 Desember 2023 yang disampaikan ke BEI, Selasa (21/5/2024) disebabkan antara lain oleh pendapatan bunga dan syariah bersih BBKP yang anjlok 22,92% menjadi Rp808,88 miliar pada 2023 dari Rp1,04 triliun pada tahun 2022.
Penurunan pendapatan bunga dan syariah bersih itu dipicu oleh membengkaknya beban bunga dan syariah bersih BBKP sebesar 31,62% jadi Rp4,05 triliun pada 2023, dari Rp3,07 triliun tahun 2022. Sedangkan pendapatan bunga dan syariah BBKP hanya tumbuh 17,75% menjadi Rp4,86 triliun pada tahun 2023.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...