Laba PGEO Naik 15,48% Jadi USD79,61 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
โSejalan dengan pertumbuhan produksi listrik sebesar 13,62 persen, Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba yang sehat. Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan kami dalam mengoptimalkan operasi pembangkit untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan listrik nasional. Kualitas pertumbuhan laba Perseroan juga tetap sangat baik karena sebagian besar peningkatan laba berasal dari kinerja operasional, sementara faktor nonoperasional hanya memberikan tambahan dukungan,โ ujar Fransetya.
Dia menambahkan, beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 serta penyelesaian sejumlah aset produktif baru menjadi tonggak penting dalam strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Menurut Fransetya, peningkatan aset produktif tersebut membuat beban penyusutan bertambah sehingga gross profit margin sedikit turun menjadi 55,5%.
Di sisi operasional, PGEO membukukan availability factor sebesar 99,71%, capacity factor sebesar 90,42%, serta unplanned outage rate hanya 0,11% hingga semester I-2026. Capaian capacity factor tersebut jauh di atas rata-rata perusahaan panas bumi global yang umumnya berada pada kisaran 75% hingga 80%.
Direktur Operasi PGEO, Andi Joko Nugroho, mengatakan keberhasilan operasional tidak hanya diukur dari besarnya produksi listrik, tetapi juga kemampuan mengoperasikan aset secara aman, andal, dan efisien.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah