Laba PGEO Naik 15,48% Jadi USD79,61 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya

Laba PGEO Naik 15,48% Jadi USD79,61 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
Bacakan Artikel

โ€œHal ini kami capai melalui pengelolaan reservoir yang disiplin, pemeliharaan yang terencana, serta kolaborasi yang erat di seluruh wilayah kerja, sehingga Perseroan mampu menjaga keandalan operasi sekaligus mengoptimalkan utilisasi aset. Keunggulan operasional inilah yang kemudian kami terjemahkan menjadi peningkatan produksi pada semester pertama tahun 2026,โ€ ujar Andi.

Menurut Andi, peningkatan produksi di Kamojang didorong naiknya permintaan listrik, tambahan pasokan uap, serta selesainya penyambungan pemipaan make-up well yang menambah sekitar 41 megawatt (MW) kapasitas pasokan uap sejak Maret 2026.

Sementara di Ulubelu, tambahan pasokan uap dari Cluster M sejak Mei 2026 meningkatkan kapasitas listrik sekitar 35 MW. Perseroan juga mengoptimalkan jadwal pemeliharaan sehingga pembangkitan berjalan lebih efektif.

Lahendong mampu menjaga stabilitas produksi seiring meningkatnya dispatch listrik dari PLN. Lumut Balai mencatat lonjakan produksi lebih dari dua kali lipat berkat beroperasinya Unit 2. Adapun Karaha terus menunjukkan tren pemulihan positif melalui program Karaha Recovery Program.

Andi menilai tingkat keandalan operasi yang tinggi membuat PGEO mampu merespons peningkatan permintaan listrik dari PLN sepanjang semester pertama 2026 sekaligus menjaga pasokan listrik panas bumi bagi sistem kelistrikan nasional.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: