Rugi Rp7,38 Triliun Tahun Lalu, Ini Jurus KB Bank Biar Balik Untung di 2025!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) atau KB Bank mencatat rugi bersih sebesar Rp7,38 triliun sepanjang tahun 2024. Kerugian ini sebagian besar disebabkan oleh pencatatan beban non-...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) atau KB Bank mencatat rugi bersih sebesar Rp7,38 triliun sepanjang tahun 2024. Kerugian ini sebagian besar disebabkan oleh pencatatan beban non-recurring yang bertujuan memperkuat fondasi bisnis untuk meraih profitabilitas di tahun 2025.
Beban non-recurring tersebut meliputi pencatatan pajak tangguhan sebesar Rp1,42 triliun. Pajak ini berkaitan dengan potensi pemulihan Pajak Penghasilan (PPh) di masa depan akibat akumulasi rugi pajak yang belum dikompensasi.
Selain itu, KB Bank juga melakukan pencadangan atau impairment dari revaluasi anak usaha senilai Rp1 triliun. Langkah ini diambil untuk memperkuat neraca keuangan tanpa mempengaruhi struktur permodalan bank.
Direktur Utama KB Bank, Tom (Woo Yeul) Lee, optimistis strategi ini akan membawa KB Bank ke jalur profit. "Dengan berbagai pencapaian positif dan langkah-langkah strategis ini, kami optimis KB Bank dapat mencatatkan laba bersih di tahun 2025 dan menjadi salah satu layanan perbankan terbaik ke depannya," ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (14/3/2025).
Meskipun mencatat rugi, KB Bank terus menunjukan perbaikan kinerja di tengah proses transformasi sebagai bagian dari KB Financial Group (KBFG), salah satu institusi keuangan terbesar di Korea Selatan. Hingga 31 Desember 2024, KB Bank mencatatkan pertumbuhan positif di berbagai aspek bisnisnya.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah