Sebanyak 33 Analis Beri Rekomendasi "Buy" Saham BNI. Ini Alasannya!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI pada enam bulan pertama tahun ini fokus menjalankan strategi pertumbuhan yang prudent berorientasi pada profitabilitas jangka...
Dengan langkah tersebut, dia mengatakan, pertumbuhan laba bersih BBNI diprediksi mencapai 19,2% menjadi Rp21,8 triliun tahun ini.
Kenaikan tersebut didukung ekspektasi pertumbuhan kredit sebesar 8,8% tahun 2023, NIM diprediksi terjaga di kisaran 4,8%, dan pertumbuhan belanja operasional hanya 7,5%.
Lonjakan laba bersih tersebut juga didukung ekspektasi biaya kredit hanya 149 bps tahun ini atau lebih rendah dari realisasi tahun lalu 187 bps.
Keputusan Perseroan memfokuskan ekspansi kredit ke korporasi bagus mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham BBNI dari Rp11.500 menjadi Rp12.000 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut juga mengimplikasikan perkiraan PBV tahun 2024 sekitar 1,4 kali.
Pandangan senada juga diungkapkan analis Samuel Sekuritas, Brandon Boedhiman, dan Prasetya Gunadi.
Mereka menyebutkan, BNI diproyeksikan mampu mempertahankan peningkatan kualitas sistem manajemen risiko, terutama untuk sektor wholesale. Hal ini diharapkan menciptakan kualitas aset yang terus membaik ke depan.
"Fokus tersebut mendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp12.700 per saham. Target harga tersebut menyiratkan perkiraan PBV tahun ini sekitar 1,3 kali," tulis Brandon dan Prasetya dalam riset terbarunya.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...