Sebanyak 33 Analis Beri Rekomendasi "Buy" Saham BNI. Ini Alasannya!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI pada enam bulan pertama tahun ini fokus menjalankan strategi pertumbuhan yang prudent berorientasi pada profitabilitas jangka...

Sebanyak 33 Analis Beri Rekomendasi "Buy" Saham BNI. Ini Alasannya!
Bacakan Artikel

Terkait pertumbuhan laba bersih semester pertama 2023, Boedhiman dan Gunadi mengatakan, sudah sesuai ekspektasi Samuel Sekuritas atau merefleksikan 47,1% dari target sepanjang tahun ini.

Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong sejumlah faktor, seperti peningkatan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 5,1%.

Meski kenaikan NII lebih rendah dibandingkan semester pertama 2022, dia mengatakan, bisa dimaklumi sejalan dengan fokus perseroan dalam menciptakan peningkatan kualitas aset dengan penyaluran kredit ke segmen berisiko rendah.

Fokus penguatan kualitas aset, terang mereka, tidak akan membuat penyaluran kredit BNI terseret. BNI diprediksi bisa mencapai pertumbuhan kredit berkisar 7-9% sepanjang 2023 dengan kredit lebih aman.

Segmen korporasi swasta tier 1 akan menjadi penggerak utama. Penguatan kualitas aset juga berimbas terhadap margin bunga bersih (NIM) dengan prediksi mencapai 4,6% dan biaya kredit (CoC) diproyeksikan turun jauh menjadi 1,5% tahun ini.

Target harga saham tersebut juga mempertimbangkan proyeksi BNI mampu mempertahankan rasio dividen sebesar 40% hingga 50% dalam tahun-tahun mendatang.

Proyeksi kenaikan laba bersih BNI menjadi Rp21,86 triliun tahun 2023, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp18,31 triliun.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: