SRIL Resmi Pailit, BEI Siap Hapus Sahamnya dari Bursa! Bagaimana Nasib Investor?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) makin dekat dengan penghapusan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah perusahaan resmi dinyatakan pailit. BEI saat ini tengah menunggu d...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) makin dekat dengan penghapusan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah perusahaan resmi dinyatakan pailit. BEI saat ini tengah menunggu dokumen hukum resmi terkait putusan final pailit dari SRIL sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan saham SRIL sudah disuspensi sejak 18 Mei 2021. Artinya, masa suspensi telah lebih dari 24 bulan.
Berdasarkan ketentuan III.1.3.3. Peraturan Bursa nomor I-N, saham yang mengalami suspensi lebih dari 24 bulan dapat dikenakan delisting atau penghapusan dari papan perdagangan.
Sementara itu, status kepailitan SRIL masih menunggu dokumen hukum resmi atas putusan final dari pengadilan. BE) akan menyampaikan laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jika perusahaan resmi dinyatakan pailit.
"Sehubungan dengan perubahan status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup termasuk proses delisting, Bursa akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan OJK," ujar Nyoman, di Jakarta, Selasa (4/3/2025).
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...