TPIA, BREN, DSSA, CUAN dan AMMN, Masuk 10 Saham Top Losers Hari Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam tiga hari pekan ini (11-13 Mei 2026) mengalami penurunan, dari 6.905,620 ke level 6.723,320. Sementara kapitalisasi pasar bursa pada Rabu (13/5/2026) tercatat sebesar Rp11.849.791 triliun, turun dari Rp12.308.450 triliun, Senin (11/5/2026).

Seiring penurunan IHSG, terdapat 10 saham mencatat penurunan harga terbesar atau top losers pada hari ini, Rabu (13/5/2026). Adapun 10 saham emiten terbesar di Top Losers pada hari ini adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA), PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF), PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Menurut data RTI Business, pada Rabu (13/5/2026) ini, harga saham TPIA turun Rp750 atau anjlok 14,85% menjadi Rp4.300 per unit. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 75,2 juta unit senilai Rp330,5 miliar. Frekuensi transaksi saham TPIA sebanyak 24.698 kali. Net foreign sell (NFS) di saham TPIA tercatat Rp22 miliar.

Posisi kedua, ditempati oleh saham NZIA yang melemah Rp28 atau turun 14,66% menjadi Rp163 per saham. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 102,7 juta unit senilai Rp17,5 miliar. Frekuensi transaksi saham NZIA sebanyak 12.737 kali. Net foreign sell (NFS) di saham NZIA tercatat Rp55,5 juta.

Berikut, saham YOII turun Rp16 atau tergerus 14,29% menjadi Rp96 per saham. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 215,3 juta unit senilai Rp223 miliar dengan frekuensi sebanyak 25.797 kali. Net foreign sell (NFS) di saham YOII tercatat sebesar Rp723,5 juta.

Keempat diduduki saham BREN yang melemah Rp410 atau turun 11,36% menjadi Rp3.200 per unit. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 80 juta unit senilai Rp262,6 miliar. Frekuensi transaksi saham BREN sebanyak 24.218 kali. Net foreign sell (NFS) di saham BREN tercatat sebesar Rp59,7 miliar.

Kelima, saham DSSA melorot Rp130 atau turun 11,16% menjadi Rp1.035 per saham. Volume saham yang ditransaksikan sebanyak 148,2 juta unit senilai Rp154,6 miliar dengan frekuensi sebanyak 20.216 kali transaksi. Net foreign sell (NFS) di saham DSSA senilai Rp43 miliar.

Keenam, saham BEEF turun Rp18 atau tergerus 10,29% menjadi Rp157 per saham. Volume saham yang ditransaksikan sebanyak 110,3 juta unit senilai Rp18 miliar dengan frekuensi sebanyak 8.825 kali transaksi. Net foreign sell (NFS) di saham BEEF senilai Rp1,3 miliar.

Ketujuh diduduki saham MEDS yang melemah Rp12 atau turun 10,17% menjadi Rp106 per unit. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 213,4 juta unit senilai Rp23,2 miliar. Frekuensi transaksi saham MEDS sebanyak 15.413 kali. Net foreign buy (NFB) di saham MEDS tercatat sebesar Rp1,5 miliar.

Kedelapan, saham CUAN turun Rp95 atau tergerus 10,05% menjadi Rp850 per saham. Volume saham yang ditransaksikan sebanyak 540,8 juta unit senilai Rp458,3 miliar dengan frekuensi sebanyak 53.780 kali transaksi. Net foreign sell (NFS) di saham CUAN senilai Rp47,5 miliar.

Kesembilan, saham AMMN turun Rp370 atau tergerus 9,09% menjadi Rp3.700 per saham. Volume saham yang ditransaksikan sebanyak 110,1 juta unit senilai Rp403,7 miliar dengan frekuensi sebanyak 34.361 kali transaksi. Net foreign sell (NFS) di saham AMMN senilai Rp123,7 miliar.

Kesepuluh diduduki saham BRPT yang melemah Rp200 atau turun 8,77% menjadi Rp2.080 per unit. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 459,9 juta unit senilai Rp1 triliun. Frekuensi transaksi saham BRPT sebanyak 83.561 kali. Net foreign sell (NFS) di saham BRPT tercatat sebesar Rp33,4 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

OJK Sebut Rebalancing MSCI Jadi Momentum Pembenahan Pasar Modal

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati pengumuman...

Ketua OJK Sebut Perubahan Indeks MSCI Fenomena Global, Bukan Isu Spesifik Indonesia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan...

Enam Saham Kakap RI Terdepak dari MSCI, BEI Angkat Bicara soal Metodologi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi perombakan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru