STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) merampungkan pembangunan Gedung Pengembangan Sistem Operasional Ina-MHEWS milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jakarta. Ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang sangat krusial untuk sistem peringatan dini bencana di Indonesia.
Gedung tersebut dibangun di Kantor Pusat BMKG, Jalan Angkasa 1 No.2, Kemayoran, Jakarta Pusat. WEGE melaksanakan proyek ini melalui Kerja Sama Operasi (KSO) WG-WIKA. Gedung ini akan difungsikan sebagai pusat data dan perkantoran BMKG. Terdiri dari 9 lantai dan 2 basement, total luas bangunan ini mencapai 8.679,88 m².
Pembangunan gedung ini adalah bagian dari proyek Pengembangan Sistem Operasional Ina-MHEWS untuk wilayah Jakarta dan Bali. Nilai kontraknya sebesar Rp 207,9 miliar, dan setelah adendum terakhir mencapai Rp 252,7 miliar.
Sistem Ina-MHEWS dirancang khusus untuk memberikan informasi cepat dan akurat kepada masyarakat dan berbagai pihak terkait. Sistem ini menjadi acuan penting dalam proses mitigasi dan evakuasi sebelum tsunami mencapai daratan. Manfaat dari sistem ini bahkan mencakup kawasan internasional seperti ASEAN, Samudra Hindia, Pasifik Barat Daya, dan Laut Cina Selatan.
Salah satu keunggulan dari proyek ini adalah penggunaan teknologi Base Isolator Tipe Friction Pendulum. Teknologi ini memungkinkan gedung tetap kokoh meskipun terjadi gempa besar dengan periode hingga 2.500 tahun. Pemasangannya dilakukan menggunakan sistem jacking setelah pekerjaan struktur selesai, dengan total 23 titik pemasangan.
Hadian Pramudita, Direktur Utama WEGE, menyatakan rasa bangganya atas penyelesaian proyek tersebut. “Kami bangga menjadi bagian dari proyek monumental ini, yang tidak hanya menegaskan kompetensi WEGE dalam konstruksi bangunan berteknologi tinggi, tetapi juga berkontribusi pada sistem peringatan dini bencana yang lebih handal bagi Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (21/7/2025).
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Direktur Operasi I WEGE, Bagus Tri Setyana. Ia mengatakan, “Penerapan Base Isolator Tipe Friction Pendulum adalah bukti nyata komitmen WEGE terhadap inovasi dan keselamatan, menjadikan gedung ini sebagai yang pertama di Indonesia yang mengaplikasikan teknologi tersebut untuk fasilitas data center.”
Gedung BMKG ini juga dilengkapi dengan layar screen selebar 30 meter di lantai 4 dan 6. Layar ini mampu memantau 24 saluran secara bersamaan untuk mendukung sistem monitoring yang maksimal.
WEGE bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan persiapan, struktur, arsitektur, serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) untuk gedung di Jakarta maupun Bali. Masa pelaksanaan proyek ini tercatat selama 560 hari kalender sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), serta masa pemeliharaan selama 180 hari kalender setelah Berita Acara Serah Terima (BAST) 1.
Peresmian gedung ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan kapasitas mitigasi bencana nasional. Diharapkan kehadiran fasilitas ini akan memperkuat kemampuan BMKG dalam memberikan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang cepat dan akurat demi keselamatan masyarakat Indonesia.
