spot_img

Menanti Putusan Suku Bunga The Fed, Stock Futures Wall Street Bergerak Tipis

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Indeks saham berjangka (futures) Amerika Serikat (AS) bergerak mendatar pada Selasa malam (16/6/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (17/5/2026) WIB. Para pelaku pasar sedang bersiap menanti keputusan suku bunga dari bank sentral AS atau The Fed.

Mengutip CNBC, kontrak berjangka S&P 500 naik sangat tipis. Indeks berjangka Nasdaq 100 bertambah 0,2%. Sementara itu, indeks berjangka yang terikat dengan Dow Jones Industrial Average hanya naik 19 poin.

Pada perdagangan reguler sebelumnya, indeks Dow Jones mencetak rekor tertinggi baru baik intraday maupun penutupan. Indeks ini melonjak 328,64 poin atau 0,64%. Dow Jones sempat menembus level 52.000 untuk pertama kalinya sebelum ditutup sedikit di bawah angka tersebut. Namun, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing merosot 0,57% dan 1,15%.

Saham SpaceX milik Elon Musk terus melanjutkan tren penguatan. Saham ini ditutup naik lebih dari 4% pada sesi Selasa. Nilainya melonjak lagi 2% dalam perdagangan setelah jam kerja (after-hours). Saat ini, harga saham SpaceX sudah melesat hampir 50% dari harga penawaran perdana (IPO) USD 135 per saham.

Pergerakan pasar terjadi setelah Presiden Donald Trump mengumumkan AS dan Iran mencapai kesepakatan potensial untuk mengakhiri perang. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebut kedua pihak telah mengakhiri operasi militer. Upacara penandatanganan kesepakatan akan dilakukan di Swiss pada Jumat mendatang.

Scott Chronert, Head of U.S. Equity Strategy di Citi Research, memberikan analisanya. Ia menilai kondisi pasar saat ini cukup kuat untuk menutup kuartal dengan hasil positif.

“Saya pikir kita berada dalam kondisi yang cukup baik di sini untuk penyelesaian kuartal yang solid, dan kemudian, saat kita memasuki paruh kedua, pandangan kami bersifat konstruktif,” ujar Scott Chronert.

Scott tetap melihat peluang besar pada sektor infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menjelang laporan keuangan kuartal kedua. Penurunan harga minyak akibat perdamaian AS-Iran juga menjadi faktor penting bagi kebijakan bank sentral.

“Dengan harga minyak yang mulai turun saat kita semakin dekat dengan penyelesaian konflik Iran, saya pikir kita bisa melihat Fed mulai mengambil posisi menunggu (moving to the sidelines),” tambah Scott.

Menurutnya, situasi ini akan membuka jalan bagi pasar untuk melaju lebih tinggi pada akhir tahun. “Apa yang pada akhirnya dilakukan oleh hal ini adalah memperluas strategi investasi (broadening playbook), yang telah berlangsung selama sebulan terakhir, yang semuanya memberikan kami jalan menuju level lebih tinggi saat kita memasuki paruh kedua tahun ini,” jelas Scott.

Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada hari Rabu menjadi sangat bersejarah. Ini adalah rapat pertama yang dipimpin oleh Ketua baru, Kevin Warsh. Investor memprediksi The Fed tetap mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5% hingga 3,75%.

Para pengamat pasar memperkirakan Warsh tidak akan menyerahkan “dot plot”. Dokumen ini biasanya berisi proyeksi para pejabat bank sentral mengenai arah suku bunga di masa depan.

Selain keputusan suku bunga, pasar akan memantau laporan keuangan CarMax dan Jabil. Data penjualan ritel dan penjualan rumah tertunda (pending home sales) bulan Mei juga menjadi fokus utama para trader sebelum perdagangan Rabu dimulai.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Emas Menguat Berkat Harapan Damai AS-Iran, Prediksi Kenaikan Bunga Fed Mulai Meredup

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada...

Harga Emas Dunia Terkoreksi Jelang Rapat The Fed, Ini Pemicunya

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia berpotensi mencatatkan penurunan...

Blokade Berakhir dan Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 5%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot hampir 5%...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru