spot_img

Perang AS-Iran Berakhir, Blokade Dicabut dan Aliran Minyak Kembali Pulih

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mencabut blokade terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran pada Kamis (18/6/2026). Langkah ini diambil atas arahan Presiden Donald Trump. Kebijakan tersebut menjadi tanda berakhirnya ketegangan militer di wilayah tersebut.

“Pasukan Amerika tidak menghalangi transit kapal ke atau dari pelabuhan Iran,” tulis Komando Pusat AS (Centcom) melalui akun media sosialnya. Centcom juga menegaskan seluruh upaya penegakan blokade militer AS telah dihentikan.

Mengutip CNBC, pencabutan blokade ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan damai. Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman pada Rabu lalu. Perjanjian tersebut bertujuan mengakhiri perang antara kedua negara.

Dalam poin kesepakatan, Iran wajib mengizinkan kapal komersial melewati Selat Hormuz. Kapal-kapal tersebut tidak akan dikenakan biaya tol selama 60 hari ke depan.

Wakil Presiden AS JD Vance menyebut situasi di lapangan mulai membaik. Iran tercatat tidak melepaskan tembakan ke arah kapal di Selat Hormuz selama dua malam berturut-turut.

“Sejauh ini mereka menghormati bagian dari komitmen mereka,” ujar Vance kepada wartawan.

Vance melaporkan lebih dari 12 juta barel minyak telah melewati Selat Hormuz dalam semalam. Data dari firma intelijen perdagangan Kpler menunjukkan tiga kapal tanker Arab Saudi yang membawa sekitar 6 juta barel sudah melintasi selat tersebut.

Sebagai perbandingan, aliran minyak di Selat Hormuz mencapai 14 juta barel per hari sebelum konflik pecah. Selain itu, terdapat 6 juta barel per hari produk olahan yang melintas sebelum serangan 28 Februari lalu.

Konflik ini sebelumnya sempat melumpuhkan jalur laut utama dunia. Serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz sempat memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Kpler memprediksi aliran minyak bisa pulih hingga 50% dari level sebelum perang dalam 30 hari. Syaratnya, kesepakatan AS-Iran ini harus dijalankan sepenuhnya tanpa hambatan. Namun, belum dipastikan kapan ekspor akan kembali normal sepenuhnya.

Amrita Sen, pendiri Energy Aspects, menilai pemulihan pasar tidak akan terjadi secara instan. Ia melihat proses normalisasi akan memakan waktu.

“Semuanya akan berjalan lebih bertahap,” kata Sen. Menurutnya, kapal-kapal yang terjebak memang mulai keluar, namun kondisi tidak akan langsung kembali ke level sebelum konflik dalam semalam.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Indonesia Bertahan di Emerging Market, MSCI Kritisi Transparansi Free Float hingga Pembentukan Harga Saham

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Indonesia tetap mempertahankan statusnya sebagai...

Efek Kerja Sama Apple-Intel, Indeks Nasdaq Melompat Hampir 2%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Suku Bunga Fed Hantui Bursa Eropa, Saham Edenred Malah Meroket 15%

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru