spot_img

The Fed Beri Sinyal Hawkish, Harga Emas Dunia Merosot

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Kamis (18/6/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (19/6/2026) WIB. Penurunan ini dipicu oleh sinyal kebijakan hawkish dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed. Penguatan nilai tukar dolar AS juga ikut menambah tekanan bagi logam mulia.

Mengutip CNBC, harga emas spot turun 0,6% ke posisi 4.232,01 USD per ons troi. Pekan lalu, harga emas sempat menyentuh level terendahnya sejak November 2025.

Di pasar berjangka AS, harga emas merosot lebih tajam sebesar 3,1%. Kontrak emas ditutup pada level 4.245,90 USD per ons troi.

Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, memberikan analisanya. Ia menyoroti dampak dari pengumuman bank sentral.

“Hal paling signifikan adalah condongnya sikap hawkish oleh Fed kemarin. Hal itu membuat dolar berada pada level tertinggi baru untuk tahun ini, yang menekan harga emas,” ujar Peter Grant.

The Fed menahan suku bunga pada Rabu lalu. Namun, sembilan dari 19 pembuat kebijakan melihat perlunya kenaikan bunga akhir tahun ini.

Sikap ini mendorong penguatan mata uang dolar AS ke level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Dolar yang kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi para pembeli di luar negeri.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan bunga sebesar 88% pada Desember nanti. Angka ini melonjak tajam dari perkiraan sebelumnya yang hanya 61%.

Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau bunga. Investasi ini biasanya sulit bersaing di tengah lingkungan suku bunga yang tinggi.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kabar dari Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan Iran pada Rabu kemarin.

Langkah ini meredakan kekhawatiran terhadap inflasi. Perjanjian damai tersebut juga membuat harga minyak mentah dunia ikut merosot. Harga minyak Brent dan WTI menyentuh level terendah sejak awal Maret lalu.

Meski tensi mereda, Grant menilai dolar masih menjadi faktor utama pemberat emas. Trump juga memperingatkan akan menyerang kembali jika pejabat Iran melanggar komitmen mereka.

Penurunan harga juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 0,22%. Sementara itu, harga platinum spot naik tipis 0,05%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Minyak Stagnan Usai Belasan Juta Barel Lewati Selat Hormuz

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia tidak banyak berubah...

Kebijakan Perdana Kevin Warsh Tekan Harga Emas, Logam Mulia Terperosok 1%

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot pada akhir perdagangan...

Trump Ancam Bom Iran Jika Tidak Patuh, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia menguat hampir 1% pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru