back to top

AS Sita Kapal Tanker di Venezuela, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak mentah dunia bergerak naik pada perdagangan Rabu (10/12/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (11/12/2025) WIB. Kenaikan ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) menyita sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela. Insiden ini memicu kekhawatiran pasar mengenai gangguan pasokan.

Mengutip CNBC International, minyak mentah Brent tercatat naik 27 sen atau 0,44%. Harganya ditutup pada level US$62,21 per barel, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 21 sen atau 0,36% menjadi US$58,46 per barel, di New York Mercantile Exchange.

Dua pejabat AS membenarkan kejadian ini kepada Reuters. Menurut mereka, AS telah menyita sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela.

Namun, para pejabat tersebut tidak menyebutkan nama kapal tanker itu. Mereka juga tidak menjelaskan secara spesifik di mana lokasi penyergapan itu terjadi.

Presiden Donald Trump kemudian mengonfirmasi penyitaan tersebut. Kendati demikian, ia tidak memberikan rincian tambahan terkait operasi ini.

Rory Johnston, pendiri buletin Commodity Context, memberikan analisisnya. Menurutnya, aksi yang dipimpin oleh Penjaga Pantai AS (US Coast Guard) ini menambah kecemasan pasar. Pasar sebelumnya memang sudah was-was terhadap aliran minyak dari beberapa negara tertentu.

“Penyitaan tersebut, yang dipimpin oleh Penjaga Pantai AS, semakin mengobarkan kekhawatiran pasokan cepat di pasar yang sudah khawatir tentang pergerakan barel Venezuela, Iran, dan Rusia,” ujar Johnston.

Meski demikian, Johnston memberikan catatan tambahan mengenai dampak jangka panjangnya.

“Namun, hal itu tidak serta merta mengubah keseimbangan pasokan-permintaan fundamental,” tambahnya.

Di sisi lain, Ed Hayden-Briffett, analis minyak di Onyx Capital Group, memprediksi potensi gejolak harga di masa depan. Hal ini bisa terjadi jika AS terus melakukan tindakan serupa.

“Harga minyak kemungkinan akan bereaksi lebih tajam jika penyitaan ditindaklanjuti dengan lebih banyak tindakan seperti itu,” kata Hayden-Briffett.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Perang Iran Memanas, Kok Harga Emas Malah Ambles? Ini Penyebabnya!

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia mengalami penurunan lebih...

Selat Hormuz Terkunci, Harga Minyak Dunia Meroket Hingga Tembus USD 100

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak tajam lebih...

Laporan Perdana Bursa Kripto CFX: Transaksi Spot Februari Capai Rp24,33 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Dinamika perdagangan aset kripto di...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru