STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,05 triliun (Rp18 per saham) pada kuartal I 2026, naik 7,18% jika dibandingkan Rp1,92 triliun ( Rp16 per saham) pada periode sama 2025.
Menurut laporan keuangan per Maret 2026 yang diumumkan, Rabu 29 April 2026, penjualan bersih HMSP itu mencapai Rp27,20 triliun pada Januari-Maret 2026, turun 5,5% dari Rp28,78 triliun pada Januari-Maret 2025.
Seiring penjualan, beban pokok penjualan HMSP juga turun 6,57%, dari Rp23,76 triliun di kuartal I 2025, menjadi Rp22,20 triliun pada kuartal I 2026. Laba kotor HMSP mencapai Rp5,0 triliun di kuartal I 2026, stabilai dibanding Rp5,02 triliun.
Beban penjualan dan beban umum dan administrasi HMSP, masing-masing turun 554% jadi Rp1,70 triliun dan 1,41% jadi Rp807,34 miliar pada kuartal I 2026. Biaya keuangan Perseroan juga turun menjadi Rp8,69 miliar dari Rp10,30 miliar. Perseroan mencatat penghasilan lain-lain Rp89,20 miliar pada kuartal I 2026.
Laba sebelum pajak emiten produsen rokok mencapai Rp2.05 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 7,18% dibanding Rp1,92 triliun pada kuartal I tahun 2025
Total aset HMSP per Maret 2026 sebesar Rp51,90 triliun, naik 0,66% dari Rp51,56 triliun per Desember 2025.Sementara jumlah liabilitas Perseroan mencapai Rp21,47 triliun per Maret 2026, turun dari Rp23,21 triliun per Desember 2025.
Liabilitas tersebut meliputi liabilitas jangka pendek sebesar Rp18,85 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp2,62 triliun. Sedangkan jumlah ekuitas emiten produsen rokok tersebut per Maret 2026 adalah sebesar Rp39,42 triliun. (konrad)
