STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengumumkan status Unusual Market Activity (UMA) pada awal pekan ini. Otoritas bursa memasukkan tiga saham emiten ke dalam daftar pengawasan ketat. Langkah ini diambil karena adanya pergerakan harga dan pola transaksi yang dinilai di luar kebiasaan. Pengumuman tersebut disampaikan pada Senin, 22 Desember 2025.
Tiga saham yang kini berada dalam radar pantauan bursa adalah PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA), PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK), dan PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY).
Bursa menilai terjadi peningkatan harga yang signifikan pada saham BAIK dan RICY. Sementara itu, saham CASA menunjukkan indikasi pola transaksi yang tidak wajar. Penetapan status ini dilakukan dalam rangka memberikan perlindungan bagi para investor di pasar modal.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menegaskan posisi bursa terkait penetapan status ini.
“Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang undangan di bidang Pasar Modal,” jelas Yulianto dalam keterbukaan informasi.
Saat ini, pihak bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham-saham tersebut. BEI meminta para investor untuk lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan investasi. Ada empat poin penting yang harus diperhatikan oleh pelaku pasar.
Pertama, investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa. Kedua, investor wajib mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya.
Ketiga, bursa menyarankan investor untuk mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat. Hal ini menjadi krusial apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Terakhir, Yulianto mengingatkan soal manajemen risiko. Investor harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Bursa juga mencatat rekam jejak informasi terakhir dari ketiga emiten ini. Informasi terakhir mengenai CASA dipublikasikan pada 9 Desember 2025 terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.
Untuk saham BAIK, informasi terakhir tercatat pada 17 Desember 2025 perihal pencatatan saham. Sedangkan RICY menyampaikan informasi pada 17 Desember 2025 terkait perkara penundaan kewajiban pembayaran utang.
Harga Saham
Pada perdagangan 19 Desember 2025, saham CASA ditutup melemah. Harga CASA berada di Rp1.600, turun Rp10 atau 0.62% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Saham CASA dibuka di Rp1.610. Harga tertinggi hari ini menyentuh Rp1.700. Harga terendah tercatat di Rp1.595. Volume perdagangan mencapai 2.756.700 saham.
Pada perdagangan sebelumnya, 18 Desember 2025, CASA ditutup di Rp1.610. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi CASA berada di Rp1.665 pada 8 Desember 2025. Harga terendah tahun berjalan tercatat di Rp545 pada 10 Januari 2025.
Dalam rentang 52 minggu, CASA bergerak di kisaran Rp500 hingga Rp1.805. Kapitalisasi pasar CASA mencapai Rp87.162.031.684.800.
Sementara itu, saham BAIK mencatatkan lonjakan tajam pada perdagangan 19 Desember 2025. Harga BAIK ditutup di Rp155, naik Rp40 atau 34.78% dibandingkan penutupan sebelumnya.
BAIK dibuka di Rp115. Harga tertinggi sekaligus harga penutupan berada di Rp155. Harga terendah tercatat di Rp115. Volume perdagangan mencapai 103.922.200 saham.
Pada perdagangan 18 Desember 2025, BAIK ditutup di Rp115. Harga tertinggi tahun berjalan terjadi hari ini di Rp155. Harga terendah tahun berjalan berada di Rp59 pada 2 Januari 2025.
Dalam periode 52 minggu, BAIK bergerak di kisaran Rp58 hingga Rp155. Kapitalisasi pasar saham ini tercatat sebesar Rp174.376.000.680.
Saham RICY juga ditutup menguat pada perdagangan 19 Desember 2025. Harga RICY berada di Rp105, naik Rp8 atau 8.25% dari penutupan sebelumnya.
RICY dibuka di Rp106. Harga tertinggi tercatat di Rp106. Harga terendah berada di Rp105. Volume perdagangan mencapai 3.343.900 saham.
Pada perdagangan 18 Desember 2025, RICY ditutup di Rp97. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi RICY berada di Rp105 pada 19 Desember 2025. Harga terendah tahun berjalan tercatat di Rp32 pada 30 Juli 2025.
Dalam rentang 52 minggu, RICY bergerak di kisaran Rp32 hingga Rp106. Kapitalisasi pasar RICY mencapai Rp67.380.338.550.
