spot_img

BEI Awasi Ketat Saham PTPW dan HOMI, Ada Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Pratama Widya Tbk (PTPW) dan PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) ke dalam radar pantauan. Langkah ini diambil karena adanya pergerakan harga dan pola transaksi di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Keputusan ini bertujuan melindungi para investor di pasar modal. Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI), menyampaikan pengumuman ini dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (25/6/2026).

Saham PTPW masuk kategori UMA karena mengalami peningkatan harga yang signifikan. Informasi terakhir mengenai perusahaan ini adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 11 Juni 2026.

Di sisi lain, saham HOMI menunjukkan indikasi pola transaksi tidak wajar. Emiten ini terakhir kali menyampaikan informasi pada 19 Juni 2026 mengenai bukti iklan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Yulianto meminta investor tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. “Bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” kata Yulianto.

Status UMA bukan berarti perusahaan melakukan pelanggaran hukum. “Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tegas Yulianto.

BEI menyarankan investor memperhatikan jawaban perusahaan atas konfirmasi bursa. Investor juga perlu mencermati kinerja emiten dan segala bentuk keterbukaan informasinya.

Rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPS juga harus dikaji kembali. Para pelaku pasar perlu mempertimbangkan berbagai risiko sebelum bertransaksi pada kedua saham tersebut.

Harga Saham

Saham PTPW melonjak Rp300 atau 24,79% ke posisi Rp1.510 per lembar pada Rabu (24/6). Saham ini dibuka pada harga Rp1.220 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp1.510. Volume perdagangan mencapai 9,21 juta saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp1,32 triliun.

Sementara itu, saham HOMI terkoreksi Rp7 atau -3,43% menjadi Rp197 per lembar. Harga pembukaan berada pada level Rp202 dengan harga terendah Rp191 per lembar. Volume transaksi tercatat sebanyak 1,92 juta saham dengan kapitalisasi pasar Rp310,27 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

MEJA Ungkap Progres Akuisisi Trimata Coal, Cadangan Batu Bara Capai 400 Juta Ton

STOCKWATCH.ID. (JAKARTA) - PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA)...

Rambah Bisnis Frozen Yogurt, Pengelola Pizza Hut (PZZA) Akuisisi 52% Saham HAY

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) masuk...

Direktur Bank Woori Saudara (SDRA) Kim Wook Bae Mundur, Tunggu Keputusan RUPS

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Kim Wook Bae salah seorang Direktur PT...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru