back to top

Buntut Penggeledahan OJK dan Bareskrim, Mirae Asset Buka Suara Soal Uang Rp14,5 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Manajemen PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (PT MASI) kembali angkat suara. Manajemen merilis pernyataan resmi menyikapi pemberitaan terkait penggeledahan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bareskrim Polri. Adapun tim penyidik menyatroni kantor Mirae Asset di Jakarta pada Rabu (4/3/2026).

Tomi Taufan, Direktur Mirae Asset Sekuritas Indonesia, memberikan klarifikasi langsung melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (6/3/2026). Tomi meluruskan isu soal angka Rp14,5 triliun di berbagai media online. Menurutnya, angka tersebut sama sekali bukan bagian dari keuangan perusahaan. Nilai fantastis ini bukan merupakan keuntungan, aset, maupun pendapatan milik Mirae Asset.

Pihak manajemen menjamin aset seluruh nasabah tetap aman. Efek dan dana nasabah tercatat rapi dalam sistem Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Penyimpanan portofolio investasi juga terpisah sesuai aturan dan berada di bawah pengawasan otoritas terkait.

Kegiatan operasional Mirae Asset juga berjalan normal dan lancar. Perusahaan sekuritas ini terus memperkuat teknologi dan infrastruktur sistem. Standar keamanan terus ditingkatkan demi kenyamanan transaksi para investor.

Mirae Asset selalu menjunjung tinggi prinsip transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik. Mereka mematuhi seluruh aturan pasar modal di Indonesia. Manajemen sangat menghormati proses pemeriksaan oleh pihak berwenang dan siap bersikap kooperatif.

Pemberitaan yang terus berkembang belakangan ini tentu memunculkan beragam pertanyaan di masyarakat. Terkait hal ini, Tomi memberikan pesan khusus.

“Kami mengimbau semua pihak untuk menunggu hasil resmi dari proses yang sedang berlangsung dan tidak menarik kesimpulan yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya,” ujar Tomi.

Perusahaan telah menyediakan saluran komunikasi resmi untuk nasabah. Para nasabah bisa menghubungi layanan Customer Care di nomor 150350 guna mendapat informasi akurat. Layanan ini beroperasi setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Mirae Asset tetap berkomitmen memberikan layanan investasi profesional dan terpercaya. Mereka juga siap terus berkontribusi dalam menjaga integritas pasar modal tanah air.

Kasus Manipulasi Saham BEBS

Penggeledahan kantor Mirae Asset di Sudirman Central Business District (SCBD) merupakan buntut panjang penegakan hukum. OJK sedang serius mengusut dugaan tindak pidana di bidang pasar modal.

Tim penyidik mengendus manipulasi informasi fakta material pelanggaran Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Pelanggaran ini menyangkut pihak afiliasi penerima alokasi pasti (fixed allotment) penawaran umum perdana saham (IPO). Laporan penggunaan dana IPO juga ditengarai fiktif. Praktik manipulatif ini menyeret nama pihak sekuritas.

Penyidik OJK juga berhasil membongkar dugaan transaksi semu. Aksi kotor ini melibatkan tujuh entitas perusahaan dan 58 entitas perorangan nominee. Enam operator mengeksekusi transaksi ini di bawah kendali tersangka.

Manuver terlarang ini memicu lonjakan harga saham BEBS sangat tidak wajar. Harga saham tersebut melesat tajam mencapai 7.150% di pasar reguler.

Dugaan kejahatan kerah putih ini berlangsung sepanjang kurun waktu 2020 hingga 2022. Kasus ini menyeret ASS selaku pemilik manfaat PT Berkah Beton Sadaya (BEBS). Nama MWK selaku mantan Direktur Investment Banking Mirae Asset juga ikut terseret. Korporasi Mirae Asset turut menjadi pihak terperiksa. Modus operandi mereka meliputi perdagangan orang dalam (insider trading), manipulasi IPO, dan transaksi semu.

OJK telah memeriksa 25 orang saksi. Mereka berasal dari Mirae Asset, BEBS, perbankan, hingga pihak nominee. Koordinasi bersama Pengadilan Negeri dan Bareskrim Polri terus berjalan intensif. Tujuannya guna menjaga integritas sektor jasa keuangan sekaligus melindungi kepentingan investor pasar modal nasional.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bakrie & Brothers (BNBR) Gelar Rights Issue 86,7 Miliar Saham, Siap-siap Dilusi 33,33%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)...

Tiga Obligasi Baru Melantai Bareng di BEI, Total Emisi 2026 Tembus Rp40,51 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan...

IHSG Rontok 7,89% Sepekan, Investor Asing Tarik Dana Rp7,29 Triliun Sepanjang 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Kinerja pasar saham Indonesia sedang lesu...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru