STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) berencana menambah kegiatan usaha baru. Langkah ini bertujuan mendukung model bisnis Power as a Service (PaaS) pada infrastruktur menara telekomunikasi. Perseroan akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Mei 2026.
Ada tiga kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru yang akan dimasukkan ke dalam anggaran dasar. Pertama, pemasangan jaringan listrik (KBLI 43211). Kedua, pengoperasian instalasi penyediaan tenaga listrik (KBLI 35151). Ketiga, penyediaan tenaga listrik dalam satu kesatuan usaha (KBLI 35140).
Manajemen MTEL menilai penambahan ini sangat penting. Hal tersebut untuk menyediakan pasokan energi yang andal dan efisien bagi operator telekomunikasi. Strategi ini diharapkan memperkuat posisi perseroan sebagai penyedia infrastruktur digital terintegrasi.
Berdasarkan studi kelayakan dari KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan, proyek ini layak secara finansial. Rencana tersebut diproyeksikan menghasilkan Net Present Value (NPV) senilai Rp28,18 miliar. Tingkat pengembalian modal atau Internal Rate of Return (IRR) diperkirakan mencapai 11,90%.
Masa pengembalian modal atau payback period dipatok selama 7 tahun 8 bulan. Sementara itu, Return on Investment (ROI) berada di angka 8,60%. Ekspansi ini diprediksi memberikan dampak positif pada kinerja keuangan perseroan periode 2026-2035.
Pendapatan dari bidang usaha baru ini diperkirakan menyumbang 4,9% terhadap total pendapatan konsolidasi MTEL. Rata-rata margin laba bersih dari kegiatan ini diproyeksikan sebesar 9,6%. Selain itu, total aset perseroan diperkirakan meningkat 0,2% pada akhir masa proyeksi.
“Perseroan tetap melakukan penguatan pada fungsi pengawasan, pengendalian kualitas, monitoring kinerja, serta tata kelola vendor agar risiko operasional tetap dapat dikelola dengan baik,” tulis Hendra Purnama, Direktur Investasi merangkap Sekretaris Perusahaan MTEL, dalam keterbukaan informasi, Jumat (17/4/2026).
Kebutuhan modal untuk investasi ini akan bersumber dari kas internal. Perseroan juga memastikan kesiapan tenaga ahli secara organik maupun skema operator on demand untuk mengelola operasional di lapangan.
Jadwal pelaksanaan RUPSLB telah ditetapkan. Pemanggilan rapat akan dilakukan pada 4 Mei 2026. Pemegang saham yang berhak hadir merupakan mereka yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 30 April 2026. Ringkasan risalah rapat rencananya diumumkan pada 29 Mei 2026.
