spot_img

Bidik Pendapatan Rp1,225 Triliun pada 2026, BALI Siapkan Capex Rp239 Miliar untuk Ekspansi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pendapatan konsolidasi PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) tahun 2026 ditargetkan sebesar Rp1,225 triliun. Target tersebut, sekitar  1,12% lebih rendah dari pendapatan  BALI tahun 2025 sebesar Rp1,239 triliun.

Direksi BALI dalam materi paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 02 Juni 2026 menjelaskan, Perseroan telah mengalokasikan dana belanja modal atau capex (capital expenditure) sebesar Rp239 miliar.

Dana capex tersebut antara lain akan digunakan Perseroan untuk menambah menara berukuran kecil atau microcell pole (MCP) sebanyak 62 unit pada tahun ini. Selain itu, BALI juga menambah jumlah home passed sebanyak 20 ribu unit, serta penambahan VSAT  RTGS sebanyak 500 titik pada 2026.

Menurut Direksi BALI, langkah ini sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk memasarkan produknya secara intensif sesuai dengan kebutuhan pelanggan serta optimalisasi skema kolokasi menara telekomunikasi.

Di sisi lain, papar Direksi, manajemen Perseroan juga terus  untuk menyediakan infrastruktur telekomunikasi dan layanan terintegrasi bagi pelanggan operator, ritel, korporasi, dan pemerintahan secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan keandalan infrastruktur jaringan.

Dari sisi jaringan dan infrastruktur, BALi juga terus melakukan akselerasi ekspansi home-passed di wilayah padat penduduk serta memperluas pembangunan infrastruktur menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik secara massif di lokasi-lokasi strategis.

Manajemen Perseroan akan tetap proaktif dalam melakukan negosiasi perpanjangan sewa lahan guna menjaga keberlanjutan pelanggan. Perseroan juga melakukan penguatan kerja sama Micro Cell Pole dengan pemerintah daerah untuk mendukung digitalisasi kota secara lebih general.

Hingga kuartal I 2026, BALI membukukan pendapatan sebesar Rp308,112 miliar, naik 0,54% dari Rp306,43 miliar pada periode sama 2025. “Pencapaian tersebut mencerminkan 25,15% dari target pendapatan Perseroan tahun ini,” tulis Direksi BALI dalam materi paparan publik yang disampaikan ke BEI.

Dari pendapatan di atas, emiten jasa penyewaan menara telekomunikasi beraset Rp6,23 triliun per Maret 2026  itu meraih laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp51,96 miliar pada kuartal I 2026, tumbuh 6,06% dibanding Rp48,99 miliar pada periode sama 2025. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

BOS BRI Hery Gunardi Ungkap Tantangan Baru Perbankan, AI Jadi Penentu Loyalitas Nasabah

STOCKWATCH.ID (YOGYAKARTA) – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial...

BTN Gandeng Pinhome, Cari Rumah dan Ajukan KPR Kini Bisa dalam Satu Aplikasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

Desa Ketapanrame Jadi Bukti Sukses Program Desa BRILiaN, Wisata dan UMKM Dorong Ekonomi Lokal

STOCKWATCH.ID (MOJOKERTO) – Desa Ketapanrame di Kecamatan Trawas, Kabupaten...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru