STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) memastikan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2026 tetap terjaga. Angka inflasi saat ini masih berada dalam rentang sasaran 2,5±1%.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi Mei 2026 sebesar 0,28% (mtm). Secara tahunan, IHK mengalami inflasi sebesar 3,08% (yoy).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menilai pencapaian ini adalah hasil kerja keras banyak pihak. Konsistensi kebijakan moneter dan sinergi dengan Pemerintah menjadi kunci utama.
“Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah,” ujar Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Denny menjelaskan inflasi inti juga tetap terkendali. Angkanya tercatat sebesar 0,22% (mtm) pada Mei 2026. Angka ini sedikit lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,23% (mtm).
Kenaikan harga minyak goreng menjadi pemicu utama inflasi inti. Meski begitu, ekspektasi masyarakat terhadap inflasi tetap stabil. Secara tahunan, inflasi inti berada pada level 2,59% (yoy).
Untuk kelompok pangan bergejolak atau volatile food, tercatat inflasi sebesar 0,22% (mtm). Angka ini lebih tinggi dibanding April 2026 yang sempat mengalami penurunan harga atau deflasi 0,88% (mtm).
Beberapa bahan pangan mengalami kenaikan harga. Mulai dari cabai merah, bawang merah, tomat, hingga beras. Kenaikan ini dipicu gangguan produksi akibat cuaca ekstrem.
Selain itu, musim panen raya sudah berakhir. Permintaan warga juga meningkat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha. Kelompok ini mencatat inflasi tahunan sebesar 6,24% (yoy).
Di sisi lain, harga yang diatur pemerintah atau administered prices naik 0,52% (mtm). Pemicunya adalah penyesuaian harga LPG nonsubsidi dan BBM nonsubsidi. Tarif angkutan udara juga ikut naik karena harga avtur dunia yang meningkat.
Secara tahunan, kelompok ini mengalami inflasi 2,07% (yoy). Denny melihat tren ini masih lebih rendah dibandingkan April 2026 yang sebesar 0,69% (mtm).
Bank Indonesia optimis menghadapi masa depan. Penguatan Program Ketahanan Pangan Nasional akan terus dilakukan. Begitu juga dengan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).
“Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027,” kata Denny.

