STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Tiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) berhasil mencapai rekor tertinggi baru pada penutupan perdagangan Senin (1/6/2026) waktu setempat atau Selasa (2/6/2026) WIB. Meski begitu, pergerakan kontrak berjangka (futures) terpantau sedikit melemah pada Senin malam.
Mengutip CNBC, futures S&P 500 turun 0,2%. Nasdaq 100 futures juga menyusut 0,3%. Sementara itu, futures Dow Jones Industrial Average (DJIA) berkurang 79 poin atau kurang dari 0,2%.
Kenaikan pasar sebelumnya didorong oleh lonjakan tajam saham Hewlett Packard Enterprise (HPE). Harga saham HPE terbang 37% setelah perusahaan merilis prospek cerah untuk kuartal ini. HPE juga menaikkan target kinerja untuk setahun penuh. Pencapaian laba kuartal kedua mereka menjadi yang terbesar sejak tahun 2018.
Sektor teknologi memimpin reli bursa berkat Nvidia. Perusahaan raksasa cip ini baru saja meluncurkan produk teranyar untuk perangkat PC. Hal tersebut memicu semangat investor pada instrumen kecerdasan buatan (AI).
Indeks S&P 500 menguat 0,26% dan Nasdaq Composite bertambah 0,42%. Dow Jones naik 46,42 poin atau 0,09%. Ketiganya sukses mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa.
Founder Fairlead Strategies, Katie Stockton, menilai tren penguatan pasar belum akan berakhir. Stockton melihat adanya momentum positif dalam jangka pendek hingga jangka panjang.
“Momentum saat ini positif. Kami melihat serangkaian pola kenaikan tajam setelah fase konsolidasi singkat yang kemudian berakhir lebih tinggi,” ujar Stockton.
Stockton menyebut kenaikan harga saham saat ini sangat eksplosif. Namun, ia mengingatkan kondisi ini biasanya bisa berakhir secara dramatis.
“Kami belum melihat indikasi atau sinyal jual yang terkonfirmasi dari metrik jenuh beli kami untuk menunjukkan reli ini sudah berakhir,” kata Stockton.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia ikut merangkak naik pada Senin. Hal ini dipicu oleh laporan media Iran mengenai penghentian pertukaran pesan dengan AS. Iran juga mengancam akan memblokir penuh Selat Hormuz. Pihak Iran menegaskan tidak ada dialog sebelum Israel menghentikan serangan di Lebanon dan Gaza.
Presiden Donald Trump menanggapi situasi tersebut melalui sambungan telepon dengan CNBC. Trump mengaku tidak ambil pusing dengan sikap Iran tersebut.
“Saya tidak peduli jika negosiasi perdamaian dengan Iran berakhir,” tutur Trump.
Meski demikian, lewat unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyebut telah melakukan pembicaraan produktif dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Trump juga menambahkan pembicaraan dengan Iran masih berlanjut dengan sangat cepat.
Para pelaku pasar kini menanti laporan keuangan dari beberapa perusahaan besar. Dollar General, Victoria’s Secret, dan Signet Jewelers dijadwalkan merilis kinerja mereka pada Selasa pagi. Investor juga memantau data lowongan kerja JOLTS untuk periode April.

