STOCKWATCH.ID (BUDAPEST) – Arsenal harus mengubur mimpi meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub. The Gunners kalah menyakitkan dari PSG pada partai final yang berlangsung di Budapest, Minggu (31/5/2026).
Laga berakhir imbang 1-1 hingga waktu normal usai. Namun, Arsenal harus mengakui keunggulan PSG dalam babak adu penalti dengan skor 3-4.
Kekalahan ini terasa semakin pahit karena Arsenal tampil impresif sepanjang turnamen dan tidak pernah menelan kekalahan sebelum partai puncak.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengaku sangat kecewa dengan hasil tersebut. Ia menyebut kekalahan melalui adu penalti sebagai cara yang sulit untuk kehilangan trofi yang sudah begitu dekat digenggam.
“Sangat sulit menerima kekalahan ketika kami tampil konsisten sepanjang jalan menuju final. Pada akhirnya kami kehilangan trofi melalui adu penalti,” ujar Arteta seperti dikutip dari laporan BBC, Minggu (31/5/2026) WIB.
Dalam pertandingan itu, PSG tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 75 persen. Arsenal sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit, tetapi gagal memanfaatkan peluang yang ada.
Drama adu penalti menjadi penentu hasil akhir. Bek Arsenal, Gabriel, gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna sehingga PSG keluar sebagai juara.
Arteta juga menyoroti keputusan wasit yang tidak memberikan penalti kepada Arsenal pada babak kedua saat Noni Madueke terlibat kontak dengan Nuno Mendes. Kendati demikian, ia enggan menjadikan insiden tersebut sebagai alasan utama kekalahan timnya.
“Kami harus melakukan yang lebih baik. Kami harus berkembang dan menemukan cara berbeda untuk mendapatkan hasil yang kami inginkan,” kata Arteta.
Meski gagal di panggung Eropa, musim 2025/2026 tetap menjadi musim yang bersejarah bagi Arsenal. Klub asal London Utara itu baru saja menjuarai Liga Inggris untuk pertama kalinya dalam 22 tahun.
Perayaan gelar Liga Inggris tetap berlangsung dengan parade bus terbuka yang digelar pada Minggu waktu setempat.
Menghadapi musim depan, Arsenal berencana kembali aktif di bursa transfer untuk memperkuat skuad. Pada jendela transfer musim panas sebelumnya, klub tersebut telah menggelontorkan dana sekitar £250 juta atau setara Rp5,13 triliun (asumsi kurs yang digunakan adalah Rp20.520 per 1 Poundsterling (£)..
Manajemen Arsenal dikabarkan memburu tambahan pemain di posisi gelandang, sayap kiri, dan penyerang guna meningkatkan daya saing tim di level tertinggi.
“Kami harus menunjukkan ambisi itu karena kami lebih dari mampu melakukannya. Itu menuntut kami untuk menjadi sangat ambisius, sangat cepat, dan sangat cerdas,” tegas Arteta.
Arsenal saat ini tercatat sebagai klub dengan jumlah pertandingan terbanyak di Liga Champions tanpa pernah menjadi juara, yakni 226 laga.
Meski demikian, pengamat sepak bola Julien Laurens meyakini trofi Liga Champions pada akhirnya akan datang ke Emirates Stadium.
Optimisme itu juga didukung oleh banyaknya talenta muda yang mulai menembus tim utama Arsenal. Nama-nama seperti Myles Lewis-Skelly dan Ethan Nwaneri menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang klub. Selain itu, terdapat pula Max Dowman dan Marli Salmon yang masih berusia 16 tahun.
Di tengah kekecewaan akibat kegagalan di final, Arteta tetap memberikan apresiasi kepada para pendukung Arsenal yang terus memberikan dukungan sepanjang musim.
“Dalam momen-momen sulit seperti ini, mereka selalu bersama kami. Menjadi sebuah kebahagiaan melihat reaksi mereka saat kami bisa memenangkan liga,” ujar Arteta.

