Tensi Timur Tengah Memanas, Harga Emas Dunia Ambles 2% 

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot lebih dari 2% pada perdagangan Selasa (28/4/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (29/4/2026) WIB. Logam mulia ini menyentuh level terendah dalam hampir empat minggu terakhir. Penurunan dipicu kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut.

Mengutip CNBC International, harga emas spot anjlok 2,4% ke USD 4.570,34 per ons troi. Ini merupakan level terendah sejak 2 April. Di pasar berjangka Amerika Serikat (AS), kontrak emas pengiriman Juni ditutup melemah 2,3% ke USD 4.584,70 per ons troi.

Sentimen negatif muncul setelah Presiden Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang. Kondisi ini memupus harapan berakhirnya konflik yang telah mengganggu pasokan energi. Investor juga menanti pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pekan ini.

Wakil Presiden sekaligus Ahli Strategi Logam Senior Zaner Metals, Peter Grant, menyoroti dampak kegagalan proses perdamaian terhadap pasar komoditas.

“Ini telah membangkitkan kembali pesimisme tentang proses perdamaian di Timur Tengah. Pemerintahan Trump menolak tawaran terbaru Iran sehingga selat tetap tertutup,” ujar Peter Grant.

Penolakan tersebut membuat Selat Hormuz tetap tertutup bagi lalu lintas kapal tanker. Jalur vital ini sangat penting bagi ekspor minyak dunia. Di saat yang sama, Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan keluar dari OPEC dan OPEC+.

Kabar tersebut memicu lonjakan harga minyak lebih dari 3%. Harga minyak yang tinggi meningkatkan tekanan inflasi global. Situasi ini memperbesar peluang suku bunga bertahan di level tinggi lebih lama.

Suku bunga tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil. Peter Grant melihat korelasi antara kenaikan harga minyak dan pelemahan emas saat ini.

“Hal tersebut telah mendorong harga minyak naik dan membangkitkan kembali kekhawatiran tentang inflasi menjelang pertemuan FOMC minggu ini… mendorong emas ke posisi terendah dalam empat minggu,” tambahnya.

Pelaku pasar memprediksi The Fed akan menahan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Pertemuan ini menjadi penting karena investor menanti pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell sebelum menyerahkan jabatan kepada penerusnya, Kevin Warsh.

Fokus investor pekan ini juga tertuju pada bank sentral lain. Bank Sentral Eropa (ECB), Bank of England (BOE), dan Bank of Canada dijadwalkan mengumumkan kebijakan moneter masing-masing.

Di tengah penurunan harga, permintaan emas dari China justru meningkat. Data Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong menunjukkan impor emas bersih China mencapai 47,866 metrik ton pada Maret, naik dari 46,249 ton pada Februari.

Logam mulia lainnya juga melemah. Harga perak spot turun 3,6% ke USD 72,78 per ons troi. Platinum terkoreksi 1,9% ke USD 1.945,28 per ons troi. Sementara itu, paladium melemah 1,2% ke USD 1.459,78 per ons troi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Tolak Proposal Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak 

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak lebih dari...

Pemerintah Kaji Pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG), Optimalkan Gas Domestik

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pemerintah Indonesia terus merumuskan berbagai langkah...

Fokus Pasar Beralih ke Rapat The Fed, Harga Emas Dunia Turun

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada perdagangan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru