STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan, Rabu 29 April 2026 dalam rangka cooling down.
Menurut Donni Kusuma Permana, P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam pengumuman, Selasa 28 April 2026, suspensi saham BOBA dilakukan sehubungan terjadinya peningkatan harga yang signifikan sepanjang pekan lalu.
Saham BOBA ditutup meningkat 22,90% menjadi Rp322 per unit pada perdagangan di BEI, Selasa 28 April 2026 dibanding sehari sebelumnya di Rp262. Selama periode sepekan, harga saham BOBA melonjak 41,22%, Jika dibandingkan antara harga 1 April 2026 di posisi Rp160 per unit,maka saham BOBA telah terbang tinggi hingga 101,25%.
Donni bilang, penghentian sementara transaksi saham BOBA sebagai bentuk perlindungan bagi investor. Bahkan suspensi saham BOBA juga bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi pelaku pasarmempertimbangan secara matang sebelum bertransaksi di saham ini.
Selain itu, suspensi BOBA juga dimaksudkan agar investor memiliki informasi yang valid sebelum melakukan investasi di saham tersebut. Donni meminta kepada investor memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan.
Seperti diketahui, BOBA adalah perusahaan yang didirikan pada tanggal 11 April 2016. Perserpan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2017. Perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usaha dalam bidang produksi dan distribusi mutiara tapioka, topping jelly, popping boba, saus premium, sirup, dan produk bubuk premix dengan merek Boba King.
Adapun produk-produk yang dihasilkan Perseroan ipasok ke industri makanan dan minuman, hingga merek-merek terkemuka seperti McDonald’s, XiBoba, Cinema XXI, Excelso, KFC, Hoka Hoka Bento, dll. Dalam bisnisnya, perusahaan bekerja sama dengan Texture Maker Enterprise Co. Ltd dari Taiwan. (konrad)
