STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali gembok perdagangan dua saham yang sebelumnya sempat dihentikan (suspensi). Saham tersebut adalah PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) dan PT Estee Gold Feet Tbk (EURO).
Pencabutan suspensi ini berlaku mulai perdagangan sesi I pada Rabu, 29 April 2026. Investor kini dapat kembali mentransaksikan kedua saham tersebut di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
P.H. Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Rendy Ridwansyah, menyampaikan informasi tersebut dalam keterbukaan informasi. Langkah ini diambil setelah bursa melakukan penilaian atas perkembangan harga kedua saham.
“Suspensi atas perdagangan saham dibuka kembali mulai sesi I tanggal 29 April 2026,” ujar Rendy.
Rendy menambahkan, kebijakan ini bertujuan memberikan ruang bagi investor. “Langkah tersebut untuk memberikan waktu memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan informasi setiap pengambilan keputusan investasi,” jelasnya.
Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham KING pada 28 April 2026. Keputusan ini dipicu oleh peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Bursa memandang perlu melakukan cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi para pemodal.
Sementara itu, saham EURO telah disuspensi lebih lama sejak 15 April 2026. Alasan suspensi EURO serupa dengan KING, yakni terjadi kenaikan harga yang tidak wajar dalam waktu singkat. Bursa terus mengimbau investor untuk memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan.
Harga Saham
Pada perdagangan terakhir sebelum suspensi, Senin (27/4/2026), saham KING ditutup menguat Rp30 atau naik 6,98% ke posisi Rp460. Saham ini sempat menyentuh level tertinggi Rp462 dengan volume transaksi mencapai 9,98 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, KING bergerak di rentang Rp193 hingga Rp460 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp1,19 triliun.
Untuk saham EURO, harga terakhir pada penutupan 14 April 2026 berada di level Rp2.820. Saham ini melonjak 160 poin atau naik 6,02% pada hari tersebut. Total nilai transaksi EURO mencapai Rp19,2 miliar dengan volume 6,87 juta saham melalui 624 kali frekuensi transaksi.
