STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan empat saham ke dalam kategori Unusual Market Activity (UMA). Keempat saham tersebut adalah PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT), dan PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC).
Langkah ini diambil karena adanya indikasi pola transaksi dan pergerakan harga saham yang di luar kebiasaan. BEI melakukan pengawasan ketat untuk melindungi investor di pasar modal.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan status UMA tersebut dalam keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (29/4/2026).
“Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang undangan di bidang Pasar Modal,” ujar Yulianto.
Ia menegaskan, BEI masih mencermati pergerakan saham-saham tersebut.
“Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut,” tulisnya.
Saham BSML masuk dalam radar UMA karena indikasi pola transaksi yang tidak wajar. Informasi terakhir yang disampaikan perseroan pada 20 April 2026 terkait bukti iklan laporan keuangan tahunan.
Sementara itu, saham APIC, SMMT, dan EPAC masuk kategori UMA akibat lonjakan harga yang tidak biasa. APIC terakhir melaporkan registrasi pemegang efek bulanan pada 24 April 2026.
SMMT menyampaikan laporan aktivitas eksplorasi pada 10 April 2026. Adapun EPAC mengungkapkan rencana negosiasi pengambilalihan perseroan pada 27 April 2026.
Sehubungan dengan status tersebut, BEI meminta investor mencermati jawaban emiten atas konfirmasi Bursa. Investor juga diminta memperhatikan kinerja perusahaan serta keterbukaan informasi.
Selain itu, pelaku pasar diimbau mengkaji rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPS. Pertimbangan risiko perlu dilakukan sebelum mengambil keputusan investasi.
Dari sisi pergerakan harga, pada penutupan perdagangan sesi satu hari ini, saham BSML berada di level Rp418. Harga ini naik Rp12 atau 2,96%. Kapitalisasi pasar BSML mencapai Rp773,39 miliar. Dalam 52 minggu, harga tertinggi tercatat Rp434 dan terendah Rp68.
Saham APIC melonjak 18,05% atau naik Rp305 ke posisi Rp1.995. Kapitalisasi pasar APIC mencapai Rp23,47 triliun. Dalam setahun terakhir, harga tertinggi menyentuh Rp2.080 dan terendah Rp1.025.
Saham SMMT justru turun 5,88% atau Rp160 ke level Rp2.560. Kapitalisasi pasar emiten ini mencapai Rp8,77 triliun. Harga tertinggi dalam 52 minggu berada di Rp2.900 dan terendah Rp825.
Adapun saham EPAC naik Rp6 atau 8,57% ke level Rp76. Kapitalisasi pasar EPAC tercatat Rp251,06 miliar. Dalam setahun terakhir, harga tertinggi mencapai Rp80 dan terendah Rp9.
