Kospi Melejit ke Rekor Baru, Proyek Trump Picu Reli Bursa Saham Asia

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham kawasan Asia-Pasifik mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Senin (4/5/2026). Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan dengan mencetak rekor tertinggi baru, seiring respons positif investor terhadap rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meluncurkan “Project Freedom” di Selat Hormuz.

Mengutip CNBC International, indeks Kospi ditutup melonjak 5,12% ke level 6.936,99. Kenaikan ini memperpanjang tren positif setelah pasar mencatat kinerja bulanan terbaik dalam 28 tahun terakhir pada April. Saham raksasa teknologi seperti Samsung Electronics naik 5,44%, sementara SK Hynix melesat 12,52%.

Sentimen positif di bursa Seoul turut ditopang kinerja solid saham teknologi Amerika Serikat. Di saat yang sama, pelaku pasar mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Rencana Trump untuk mengamankan jalur pelayaran global dinilai menjadi katalis positif bagi pasar.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyatakan akan “membebaskan” kapal-kapal yang terjebak akibat penutupan Selat Hormuz. Inisiatif bertajuk “Project Freedom” ini dijadwalkan mulai berjalan pada Senin waktu Timur Tengah, dengan fokus membantu kapal sipil dari negara non-konflik agar dapat kembali beroperasi secara normal.

Komando Pusat AS merinci dukungan militer untuk program tersebut. Langkah ini mencakup pengerahan kapal perusak berpeluru kendali hingga puluhan ribu personel.

“Dukungan militer AS untuk Project Freedom akan mencakup kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, platform tak berawak multi-domain, serta 15.000 personel,” demikian pernyataan resmi Komando Pusat AS.

Pergerakan bursa Asia lainnya juga berada di zona hijau. Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 1,26% pada sesi akhir perdagangan. Indeks Nifty 50 di India naik 0,51% ke posisi 24.119,30.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang tercatat naik tipis 0,38% ke level 59.513,12. Namun, pasar saham Jepang dan China sebenarnya sedang libur. Indeks Shanghai Composite di China naik 0,11% ke posisi 4.112,15.

Bursa Australia menjadi satu-satunya yang melemah. Indeks S&P/ASX 200 turun 0,37% dan ditutup di level 8.697,10, tertekan fluktuasi harga komoditas global.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Konflik Timur Tengah Memanas, Indeks Berjangka Saham AS Bergerak Mendatar

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Indeks berjangka saham Amerika Serikat...

Wall Street Memerah, Indeks Dow Jones Anjlok Lebih dari 550 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Ancaman Tarif Otomotif Trump Menghantui, Bursa Saham Eropa Berakhir Melemah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru