TOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk melanjutkan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) di Seluruh Pasar terhitung sejak pertama, perdagangan pada Kamis, 30 April 2026 hingga pengumuman Bursa lebih lanjut.
Menurut pengumuman BEI, Kamis 30 April 2026, suspensi saham BIKE karena belum adanya kelengkapan informasi yang cukup memadai dari Perseroan. Ini juga terkait Surat Perseroan nomor 07/FA/SBI/IV/2026 tanggal 21 April 2026 yang diterima BEI tanggal 22 April 2026 perihal Tanggapan atas Permintaan Penjelasan.
“Sehingga dalam rangka menyelenggarakan perdagangan Efek yang teratur, wajar, dan efisien serta untuk memungkinkan penyebaran informasi secara lebih merata, PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek Perseroan di seluruh pasar terhitung sejak sesi pre-opening perdagangan efek pada hari Kamis, tanggal 30 April 2026, hingga pengumuman Bursa lebih lanjut,” tulis BEi dalam pengumumannya.
Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Manajemen Perseroan.
Sebelumnya, Manajemen BIKE melaporkan bahwa, Penajam Makmur Jaya (PMJ) telah resmi menjadi pengendali baru Perseroan. Ini seiring terjadinya transaksi jual beli atas 921.500.000 lembar atau setara 71,22% saham BIKE di pasar negosiasi antara pemilik lama dan PMJ pada tanggal 15 April 2026.
Direktur Utama BIKE Andrew Mulyadi dalam keterangan, Kamis 16 April 2026 mengatakan, Penajam Makmur Jaya (PMJ) mengambil-alih saham BIKE dari Andrew Mulyadi, Henry Mulyadi, dan Stephen Mulyadi sebanyak 921.500.000 lembar saham atau setara 71,22%, dari modal ditempatkan dan disetor BIKE.
Menurut Andrew, pengendali baru telah menyatakan kesediaannya untuk melakukan tender wajib atau Mandatory Tender Offer atas pemegang saham minoritas dalam Perseroan. Ini sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 9/POJK.04/2028 Tentang Pengambil-alihan Saham Perusahaan Terbuka.
BIKE menderita rugi bersih sebesar Rp24,44 miliar pada tahun 2025. Padahal, di periode sama tahun 2024, Perseroan masih membukukan laba bersih sebesar Rp12,62 miliar, Kerugian perseroan tersebut antara disebabkan oleh peningkatan beban penjualan dan pemasaran, beban umum dan administrasi, serta rugi selisih kurs pada tahun lalu. Adapun pendapatan bersih BIKE turun 9,93% menjadi Rp347,97 miliar pada tahun 2025, dari Rp386,34 miliar pada tahun 2024.(konrad)
