STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran. Ia mengancam akan meluncurkan pengeboman dengan intensitas lebih tinggi jika Teheran menolak kesepakatan damai untuk mengakhiri perang.
Mengutip CNBC, Trump menyatakan operasi militer AS bertajuk Operation Epic Fury segera berakhir. Syaratnya, Iran harus menyetujui poin-poin yang telah ditawarkan. Namun, ia menilai penerimaan Iran terhadap usulan tersebut masih menjadi asumsi besar.
Jika kesepakatan tercapai, blokade angkatan laut AS di pelabuhan Iran akan dibuka. Selat Hormuz juga akan kembali terbuka untuk semua pihak. Jalur perdagangan minyak vital ini sebelumnya terganggu akibat konflik kedua negara.
Laporan Axios menyebutkan AS dan Iran hampir mencapai nota kesepahaman (MoU) satu halaman. Dokumen tersebut berisi 14 poin utama untuk mengakhiri perang, sekaligus menjadi kerangka kerja untuk negosiasi nuklir lanjutan.
Kabar potensi perdamaian ini langsung direspons positif oleh pasar global. Indeks saham melonjak tajam, sementara harga minyak mentah dunia turun seiring harapan berakhirnya konflik.
Pasar melihat ini sebagai sinyal kuat menuju akhir perang yang telah berlangsung sekitar dua bulan. Meski begitu, Trump menegaskan masih terlalu dini untuk merencanakan pertemuan tatap muka. Ia menyebut peluang damai besar, tetapi kesiapan militer tetap menjadi prioritas.
Di tengah ketegangan, Trump juga bertemu pimpinan perusahaan energi besar di Gedung Putih. Pertemuan itu membahas peluang investasi di Venezuela yang kaya minyak.
Dari pihak Iran, pemerintah masih meninjau proposal damai tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan Teheran akan memberikan respons melalui mediator Pakistan.
Gencatan senjata antara AS dan Iran sebenarnya telah berlangsung sejak awal April 2026. Namun, kondisi di lapangan masih rapuh. Insiden militer masih terjadi, termasuk serangan dan balasan di wilayah perairan.
“Jika mereka tidak setuju, pengeboman dimulai, dan sayangnya, itu akan terjadi pada tingkat dan intensitas jauh lebih tinggi dari sebelumnya,” tulis Trump di Truth Social.
“Kita berurusan dengan orang-orang yang sangat ingin membuat kesepakatan, dan kita akan lihat apakah mereka bisa membuat kesepakatan yang memuaskan bagi kita,” ujar Trump kepada wartawan.
“Konsep ‘negosiasi’ setidaknya membutuhkan upaya tulus untuk terlibat dalam diskusi guna menyelesaikan sengketa,” tulis Esmaeil Baqaei melalui akun X miliknya.
