Sinyal Damai Timur Tengah Berhembus, Bursa Saham Eropa Kompak Melaju Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (6/5/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (7/5/2026) WIB. Sentimen positif menyelimuti pasar merespons kabar baik dari Timur Tengah. Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 2,22% ke posisi 623,25. Seluruh bursa utama dan sektor industri mencatatkan rapor hijau. Saham minyak dan gas menjadi satu-satunya sektor yang terkoreksi. Mata uang euro juga naik 0,5% terhadap dolar menjadi 1,1751.

Indeks CAC 40 Perancis melesat 2,94% ke level 8.299,42. FTSE MIB Italia melonjak 2,35% ke posisi 49.696,75. Indeks FTSE 100 Inggris menguat 2,15% ke level 10.438,66. Angka ini membalikkan kerugian besar pada perdagangan hari Selasa. DAX Jerman tumbuh 2,12% ke posisi 24.918,69. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 2,47% ke level 18.104,30.

Kabar dari Axios menjadi pemicu utama euforia pasar. Gedung Putih meyakini penyusunan nota kesepahaman hampir selesai. Dokumen satu halaman berisi 14 poin ini bertujuan menghentikan konflik bersenjata. Kesepakatan tersebut juga membentuk kerangka kerja bagi negosiasi nuklir lanjutan.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran memberikan pernyataan resminya kepada CNBC.

“Teheran sedang mengevaluasi proposal perdamaian 14 pasal dari pemerintah AS,” ungkapnya.

Terobosan pada hari Rabu ini mengikuti langkah Presiden Donald Trump sebelumnya. Ia mengumumkan penghentian sementara “Project Freedom”. Rencana ini awalnya dibuat untuk memandu kapal-kapal melintasi Selat Hormuz.

Trump menjelaskan alasan di balik keputusan penghentian tersebut melalui unggahan di Truth Social.

“Fakta kemajuan besar telah dicapai menuju Perjanjian Lengkap dan Akhir dengan Perwakilan Iran,” tulis Trump.

Upaya diplomasi juga terlihat intensif di Asia. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Media pemerintah melaporkan pertemuan ini berlangsung di Beijing pada hari Selasa. Para penasihat Trump sebelumnya telah mendesak China untuk menekan Iran. Langkah ini bertujuan membuka kembali jalur vital minyak dan gas di Selat Hormuz.

Optimisme pasar turut menjalar ke kawasan Asia. Indeks Kospi Korea Selatan melompat 6,5% hingga menembus puncak baru di atas level 7.000. Indeks ini telah membukukan keuntungan lebih dari 70% sepanjang tahun ini.

Saham kelas berat Samsung Electronics sukses mencetak rekor tertinggi. Harganya meroket lebih dari 14% dengan kapitalisasi pasar melampaui USD 1 triliun. SK Hynix juga menembus rekor sepanjang masa dengan kenaikan lebih dari 10%.

Di Eropa, sektor korporasi ikut menyumbang sentimen positif. Grup farmasi Novo Nordisk menaikkan panduan laba tahunannya pada hari Rabu. Kinerja obat penurun berat badan andalan mereka sukses melampaui ekspektasi pada kuartal pertama.

Penjualan pil Wegovy di AS menyentuh angka 2,26 miliar krona. Raihan ini jauh melebihi perkiraan analis di angka 1,16 miliar krona. Saham Novo ditutup menguat sekitar 2%.

Saham Pandora juga berakhir naik sekitar 15%. Penjualan kuartal pertama mereka berhasil mengalahkan perkiraan para analis. Pencapaian solid ini diraih di tengah lesunya sentimen konsumen di AS.

Perusahaan perhiasan asal Denmark ini sejatinya sempat berada di bawah tekanan. Ancaman tarif impor dari pemerintahan Trump dan lonjakan harga perak menggerus margin mereka. Pandora kemudian mengambil langkah strategis pada hari Rabu. Mereka akan mengajukan penggantian tarif di AS berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional.

- Advertisement -

Artikel Terkait

S&P 500 Cetak Rekor, Futures Saham AS Stagnan Pantau Krisis Iran

STOCKWATCH.ID, New York –Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat...

Harapan Damai AS-Iran Muncul, Wall Street Kompak Cetak Rekor Baru

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Trump Ancam Bom Iran Lebih Dahsyat Jika Kesepakatan Damai Gagal

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru