Krisis Timur Tengah Mereda, Bursa Saham Asia Kompak Menguat Tajam

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026). Investor menyambut baik langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjeda operasi militer di Selat Hormuz. Sentimen positif ini muncul seiring upaya diplomasi penyelesaian konflik antara AS dan Iran.

Mengutip CNBC International, Trump memberikan sinyal terang terkait meredanya krisis di kawasan Timur Tengah. Keputusan jeda proyek militer bernama “Project Freedom” ini berhasil menenangkan kekhawatiran pelaku pasar. Penurunan harga minyak dunia turut menjadi pemicu utama kenaikan indeks di berbagai bursa utama Asia.

Trump mengumumkan keputusan tersebut melalui akun media sosial Truth Social miliknya. Ia menegaskan langkah ini diambil untuk melihat perkembangan negosiasi.

“Kami telah sepakat, sementara Blokade akan tetap berlaku penuh dan efektif, Project Freedom akan dijeda untuk waktu yang singkat untuk melihat apakah Perjanjian dapat diselesaikan dan ditandatangani atau tidak,” tulis Trump.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya memaparkan kondisi lalu lintas laut terkini. Ia mengonfirmasi situasi di Selat Hormuz berangsur kondusif pada hari Selasa.

“Dua kapal komersial AS, bersama dengan kapal perusak Amerika, telah dengan aman melewati selat tersebut, menunjukkan jalur sudah bersih,” terang Hegseth.

Indeks Kospi Korea Selatan ditutup melonjak 6,45% ke level rekor baru di 7.384,56. Indeks ini terus membangun momentum positif dengan kenaikan tahunan lebih dari 70%. Kinerja impresif ini dicetak sesaat setelah pasar kembali beroperasi usai libur nasional. Sementara itu, indeks Kosdaq yang mencakup saham berkapitalisasi kecil turun tipis 0,29% ke posisi 1.210,17.

Saham raksasa teknologi Samsung Electronics memimpin penguatan bursa Korea Selatan. Harganya melesat lebih dari 14% hingga mencetak rekor tertinggi. Lonjakan harga saham ini sukses mengantarkan kapitalisasi pasar perusahaan menembus angka USD 1 triliun.

Bursa saham China juga mencatatkan kinerja positif setelah libur Hari Buruh. Indeks CSI 300 di China daratan naik 1,45% ke level 4.877,09. Indeks Hang Seng di Hong Kong ikut merangkak naik 1% pada jam terakhir perdagangan.

Bursa Australia turut menghijau secara signifikan. Indeks S&P/ASX 200 ditutup naik 1,3% ke level 8.793,60. Di tempat lain, indeks Nifty 50 India ikut menguat 0,11%. Pasar saham Jepang sendiri tidak mencatatkan aktivitas transaksi karena libur nasional.

Kondisi pasar valuta asing menunjukkan penguatan yen Jepang. Mata uang ini menguat tajam lebih dari 1% terhadap dolar AS ke posisi 156,15.

- Advertisement -

Artikel Terkait

S&P 500 Cetak Rekor, Futures Saham AS Stagnan Pantau Krisis Iran

STOCKWATCH.ID, New York –Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat...

Harapan Damai AS-Iran Muncul, Wall Street Kompak Cetak Rekor Baru

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Trump Ancam Bom Iran Lebih Dahsyat Jika Kesepakatan Damai Gagal

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru