Pendapatan dan Laba CTRA Kompak Turun di Kuartal I 2026, Beban Pokok Jadi Sorotan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatatkan penurunan kinerja keuangan pada tiga bulan pertama tahun 2026. Emiten properti ini meraup laba periode berjalan sebesar Rp549,31 miliar per 31 Maret 2026. Angka tersebut menyusut 17,85% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp668,63 miliar.

Menurut laporan keuangan konsolidasian yang dirilis Kamis (30/4/2026), laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp518,31 miliar. Perolehan ini turun dari Rp660,41 miliar pada kuartal I 2025. Hal ini membuat laba per saham dasar Perseroan turun menjadi Rp28 per saham, dari sebelumnya Rp36 per saham.

Penurunan laba ini sejalan dengan pendapatan neto Perseroan. CTRA membukukan pendapatan sebesar Rp2,56 triliun pada kuartal I 2026. Capaian ini terkoreksi 6,38% dari Rp2,73 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Segmen real estat masih menjadi motor utama pendapatan dengan kontribusi Rp1,97 triliun. Selanjutnya, pendapatan dari sewa menyumbang Rp327,52 miliar. Segmen pelayanan kesehatan atau rumah sakit memberikan kontribusi Rp208,09 miliar. Sisanya berasal dari pendapatan lain-lain senilai Rp51,31 miliar.

Di sisi lain, beban pokok penjualan dan beban langsung justru mengalami kenaikan. Nilainya naik menjadi Rp1,37 triliun per Maret 2026, dari sebelumnya Rp1,33 triliun per Maret 2025. Alhasil, laba kotor Perseroan turun menjadi Rp1,19 triliun dibanding Rp1,40 triliun pada kuartal I 2025.

Manajemen juga mencatat adanya kenaikan pada beban umum dan administrasi menjadi Rp405,55 miliar dari sebelumnya Rp359,47 miliar. Namun, Perseroan berhasil menekan beban penjualan menjadi Rp113,41 miliar dari Rp134,90 miliar.

Selain itu, beban keuangan neto CTRA turun cukup signifikan. Beban keuangan tercatat Rp201,72 miliar, menyusut dari Rp326,88 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, kekuatan keuangan CTRA tetap terjaga. Total aset Perseroan per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp45,81 triliun. Angka ini turun sekitar 4,54% jika dibandingkan posisi akhir Desember 2025 senilai Rp47,99 triliun. Penurunan aset terutama dipicu oleh berkurangnya posisi kas dan setara kas menjadi Rp8,25 triliun dari sebelumnya Rp10,36 triliun.

Sementara itu, jumlah liabilitas CTRA per Maret 2026 mencapai Rp18,34 triliun. Nilai ini lebih rendah dari posisi Desember 2025 sebesar Rp21,07 triliun. Adapun total ekuitas Perseroan meningkat menjadi Rp27,46 triliun per Maret 2026, dari posisi akhir tahun lalu Rp26,92 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ditopang Penjualan Tiket dan Film Nasional, CNMA Balikkan Rugi jadi Laba pada Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA)...

Ditopang Penjualan Lahan Industri, Laba DMAS Meroket 130,22% pada Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan...

Kinerja Solid, Laba Bersih BRI Tumbuh 13,7% Jadi ​Rp15,5 triliun di Triwulan I 2026​

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Di tengah meningkatnya risiko global akibat...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru