Trump Tolak Proposal Damai Iran, Indeks Futures Wall Street Kompak Melemah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada Minggu malam (10/5/2026) waktu setempat atau Senin pagi (11/5/2026) WIB. Penurunan ini terjadi ketika investor mencermati perkembangan terbaru terkait negosiasi perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat.

Data perdagangan menunjukkan futures Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 143 poin atau 0,3%. Sementara itu, futures S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing terkoreksi 0,3%.

Pelemahan ini terjadi setelah harga minyak dunia melonjak menyusul sikap Presiden AS, Donald Trump, yang menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri konflik.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan tidak menyukai tanggapan Iran dan menilai proposal tersebut sama sekali tidak dapat diterima.

Kantor berita Tasnim News Agency melaporkan bahwa proposal Iran mencakup penghentian konflik di berbagai lini serta permintaan pencabutan sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Meski ketidakpastian geopolitik meningkat, pelaku pasar menilai ekonomi AS masih memiliki daya tahan yang kuat. Chief Investment Officer Global Fixed Income BlackRock, Rick Rieder, mengatakan bahwa dampak perang dan lonjakan harga minyak kemungkinan hanya akan memperlambat pertumbuhan ekonomi secara moderat.

“Ekonomi mungkin sedikit melambat dari jalur sebelumnya karena perang Iran dan kejutan harga minyak,” ujar Rieder.

Menurut dia, terdapat faktor-faktor struktural yang jauh lebih besar dan cukup kuat untuk menjaga kondisi ekonomi agregat tetap lebih baik daripada yang diperkirakan banyak pihak.

Sebelumnya, Wall Street mencatat kinerja solid sepanjang pekan lalu. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing melonjak lebih dari 2% dan 4%.

Kedua indeks tersebut membukukan kenaikan mingguan keenam berturut-turut, yang menjadi pencapaian pertama sejak 2024.

Sementara itu, Dow Jones menguat 0,2% pada pekan lalu, menandai kenaikan dalam lima dari enam pekan terakhir.

Penguatan saham pada Jumat didorong oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan. Ekonomi AS tercatat menambah 115.000 lapangan kerja pada April, melampaui estimasi ekonom yang memperkirakan penambahan 55.000 pekerjaan.

Data tersebut mendorong S&P 500 dan Nasdaq Composite menutup perdagangan Jumat di level tertinggi sepanjang masa.

Pada pekan ini, perhatian investor akan tertuju pada data inflasi AS, termasuk indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) April. Data ini diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai dampak ketegangan geopolitik terhadap inflasi.

Selain itu, pasar juga akan mencermati laporan keuangan sejumlah perusahaan besar, seperti Under Armour dan Cisco Systems.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Saudi Aramco Melesat 26% ke USD 33,6 Miliar di Tengah Konflik Iran

STOCKWATCH.ID, RIYADH – Raksasa energi asal Arab Saudi, Saudi...

Trump Tolak Tawaran Iran, Netanyahu Tegaskan Perang Belum Berakhir

STOCKWATCH.ID (JERUSALEM) – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan...

Wall Street Pecah Rekor Lagi, Ada Sinyal Baru dari Ekonomi AS

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat (AS)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru