Ancaman Tarif Trump Menggema, Bursa Saham Eropa Berakhir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (8/5/2026) waktu setempat.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,69% ke posisi 612,14.

Hampir semua sektor dan bursa utama di kawasan tersebut berada di zona merah. Indeks CAC 40 Perancis merosot 1,09% ke level 8.112,57. Indeks DAX Jerman turun 1,32% ke posisi 24.338,63.

Indeks FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,43% ke level 10.233,07. IBEX 35 Spanyol melemah 0,95% ke level 17.889,40. Sementara itu, FTSE MIB Italia ditutup datar 0,00% di posisi 49.289,54.

Penurunan bursa Eropa terjadi akibat ketegangan perdagangan transatlantik. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif jauh lebih tinggi terhadap Uni Eropa (UE). Ancaman ini ia sampaikan melalui unggahan di Truth Social pada Kamis malam.

Trump menagih janji kesepakatan perdagangan Juli lalu. Kesepakatan tersebut sebelumnya menurunkan tarif dari ancaman 30% menjadi 15%. Trump menuntut UE memangkas tarif barang Amerika menjadi nol dan “memenuhi sisi mereka dari kesepakatan”.

Ia menulis sedang “menunggu dengan sabar agar UE memenuhi sisi mereka dari Kesepakatan Perdagangan Bersejarah.”

Trump juga menceritakan panggilan teleponnya dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

“Saya setuju untuk memberinya waktu hingga Ulang Tahun ke-250 Negara kita atau, sayangnya, Tarif mereka akan segera melonjak ke tingkat yang jauh lebih tinggi,” ujar Trump.

Anggota parlemen di Brussel langsung menunda pemungutan suara terkait kesepakatan perdagangan tersebut. Seorang pejabat UE mengkritik keras langkah sang presiden. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai “kekacauan tarif murni.”

Sebelumnya, seorang anggota parlemen perdagangan utama UE mengatakan kepada CNBC pihak AS telah melanggar persyaratan kesepakatan “beberapa kali.”

Di sisi korporasi, saham Commerzbank turun 3,9%. Bank asal Jerman ini melaporkan laba operasi kuartal pertama sebesar 1,36 miliar euro atau setara USD 1,6 miliar.

CEO Commerzbank Bettina Orlopp siap melindungi kepentingan pemegang saham. Mereka terus melawan tawaran pengambilalihan dari pesaingnya asal Italia, UniCredit. Saham UniCredit sendiri ditutup turun lebih dari 1%.

Saham sektor pertahanan Eropa juga kompak melemah. Perusahaan pertahanan raksasa Jerman Rheinmetall anjlok 9,2%. Pembuat suku cadang tank Renk turun 6,4%. Perusahaan pertahanan Italia Leonardo juga melemah 3,2%.

Penurunan saham pertahanan ini seiring evaluasi pedagang terhadap konflik di Timur Tengah. Kedua belah pihak saling serang semalaman. Namun, Trump bersikeras gencatan senjata yang rapuh masih berlaku. Ia menyebut serangan tersebut “hanya sentuhan cinta.”

Dari Inggris, perhatian tertuju pada penghitungan suara pemilihan lokal dan majelis nasional. Hasil awal menunjukkan kerugian besar bagi partai Buruh yang berkuasa dan partai oposisi Konservatif. Partai sayap kanan Reform UK dan partai sayap kiri Hijau diperkirakan meraih keuntungan.

Kerugian partai Buruh memunculkan pertanyaan mengenai kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer. Meski posisinya goyah, Starmer menolak mundur pada Jumat pagi. Ia menegaskan tidak akan “berjalan pergi dan menjerumuskan negara ke dalam kekacauan.”

Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang pemerintah Inggris bertenor 10 tahun sedikit berubah pada 4,917%. Sementara itu, nilai tukar poundsterling Inggris naik sekitar 0,5% terhadap dolar AS ke level USD 1,36.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Saudi Aramco Melesat 26% ke USD 33,6 Miliar di Tengah Konflik Iran

STOCKWATCH.ID, RIYADH – Raksasa energi asal Arab Saudi, Saudi...

Trump Tolak Tawaran Iran, Netanyahu Tegaskan Perang Belum Berakhir

STOCKWATCH.ID (JERUSALEM) – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan...

Trump Tolak Proposal Damai Iran, Indeks Futures Wall Street Kompak Melemah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru