Kapal Tanker Iran Ditembak AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia naik tipis pada akhir perdagangan Jumat (8/5/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (9/5/2026) WIB. Kenaikan ini terjadi di tengah memanasnya konflik militer di kawasan Timur Tengah. Aksi saling serang antara Amerika Serikat (AS), Iran, dan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi pemicu utamanya.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent naik sekitar 1% menjadi 101,29 USD per barel, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup sedikit lebih tinggi. Minyak WTI berakhir pada posisi 95,42 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.

Meskipun naik pada hari Jumat, kedua kontrak minyak ini mencatatkan kerugian mingguan. Keduanya turun lebih dari 6% sepanjang pekan. Penurunan mingguan ini terjadi karena pasar sempat berharap ada kesepakatan damai.

Kenaikan harga minyak di akhir pekan dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah. Iran kembali menembakkan rudal ke arah UEA pada hari Jumat. Di sisi lain, pasukan AS menembaki dua kapal tanker Iran.

Kementerian Pertahanan UEA memberikan keterangan resminya. Sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dua rudal balistik dan tiga drone kiriman Iran. Ini merupakan serangan kedua Iran ke UEA dalam pekan ini.

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) merilis pernyataan resmi. Pasukan AS menembaki dua kapal tanker minyak Iran yang kosong. Kapal M/T Sea Star III dan M/T Sevda ini disebut melanggar blokade.

Pesawat tempur Angkatan Laut AS langsung mengambil tindakan. Mereka menembak bagian cerobong asap kapal tersebut. Serangan ini berhasil melumpuhkan kedua kapal tanker.

Sehari sebelumnya, AS dan Iran juga saling serang di Selat Hormuz. Tiga kapal perusak AS diserang menggunakan rudal, drone, dan kapal kecil Iran. Insiden ini terjadi saat armada AS transit menuju Teluk Oman.

CENTCOM memastikan kapal perang AS selamat dari serangan. Pasukan AS juga berhasil melumpuhkan berbagai ancaman dari Iran tersebut.

Presiden Donald Trump bersikeras gencatan senjata dengan Iran tetap berlaku. Ia menyampaikan hal ini kepada reporter ABC News pada Kamis malam. Trump menggambarkan serangan militer tersebut dengan nada santai.

“Hanya sentuhan cinta,” sebut Trump.

Insiden ini terjadi di tengah proses negosiasi tingkat tinggi. Iran sedang meninjau proposal AS untuk mengakhiri perang. Sekretaris Negara Marco Rubio memperkirakan ada tanggapan dari pihak Iran pada hari Jumat.

Lembaga riset ANZ Research menyoroti pergerakan harga minyak yang fluktuatif seperti roller coaster. Keraguan kini muncul atas kelanjutan negosiasi perdamaian kedua negara.

“Risiko gagalnya usulan kesepakatan damai AS kemungkinan akan membuat pasar minyak tetap bergejolak,” tulis pakar ANZ Research dalam catatannya.

Analis Citi ikut memberikan pandangan mereka terkait situasi ini. Mereka memperkirakan pasar keuangan secara luas akan stabil meskipun ada gejolak di Timur Tengah.

Namun, analis Citi juga memberikan peringatan kepada pelaku pasar. Proses menuju normalisasi tidak akan berjalan mulus. Kondisi ini diprediksi akan membuat harga minyak tetap berada di level tinggi dalam beberapa bulan ke depan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Terkuak Pemicu Utama Emas Tetap Meroket Meski Ekonomi AS Kokoh

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga emas dunia kembali melanjutkan...

Harapan Damai AS-Iran Berhembus, Harga Emas Dunia Kembali Terkerek

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah...

Tunggu Respons Damai Iran, Harga Minyak Dunia Tergelincir Tipis

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 1%...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru