Harapan Damai AS-Iran Berhembus, Harga Emas Dunia Kembali Terkerek

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah baru pada perdagangan Kamis (7/5/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (8/5/2026) WIB. Logam mulia ini berhasil mempertahankan tren kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan harga didorong oleh meningkatnya optimisme kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kondisi ini meredakan kekhawatiran inflasi dan potensi suku bunga tinggi yang berkepanjangan.

Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 1,1% ke level USD 4.740,42 per ons troi. Emas sempat menyentuh puncak tertinggi dalam dua pekan pada awal sesi. Di pasar berjangka AS, kontrak emas melonjak 1,2% menjadi USD 4.749,20.

Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior di RJO Futures, memberikan pandangannya terkait kondisi pasar saat ini. Ia melihat adanya potensi kenaikan harga emas lebih lanjut.

“Jika gencatan senjata bertahan, dan kita dapat melupakan perang ini, dan kembali berbisnis dengan dibukanya Selat, saya bisa melihat emas terdorong ke USD 5.000 per ons,” ujar Bob Haberkorn.

Haberkorn juga menjelaskan fokus para pelaku pasar di tengah gejolak geopolitik.

“Pasar hanya memantau situasi di Timur Tengah, serta arah yang dilihat oleh Federal Reserve AS,” tambahnya.

Presiden AS Donald Trump memprediksi perang dengan Iran akan segera berakhir. Pihak Teheran dikabarkan sedang mempertimbangkan proposal perdamaian dari AS. Sumber terkait menyebut proposal ini secara resmi akan mengakhiri konflik.

Meski demikian, tuntutan AS agar Iran menangguhkan program nuklirnya masih belum terselesaikan. Syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz juga masih menjadi pembahasan alot.

Penurunan harga minyak dunia turut memberi dampak pada pasar emas. Minyak mentah acuan Brent diperdagangkan merosot di bawah USD 100 per barel. Biaya energi yang tinggi biasanya menjadi pemicu utama naiknya inflasi.

Dalam skenario inflasi tinggi, pembuat kebijakan enggan memangkas suku bunga. Emas menjadi kurang menarik di era suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil. Namun, meredanya konflik diprediksi akan mengubah arah kebijakan tersebut.

Analis dari TD Securities memperkirakan harga emas bisa menembus USD 5.200 per ons troi. Skenario ini bisa terjadi begitu tekanan inflasi akibat konflik dan harga minyak mulai memudar.

“Peralihan selanjutnya menuju mandat ketenagakerjaan maksimum The Fed, imbal hasil yang lebih rendah dan dolar AS yang lebih lemah, ditambah dengan pembaruan permintaan investor dan bank sentral, dapat memicu kembali tren kenaikan,” tulis TD Securities dalam catatan resminya.

Para pelaku pasar kini menantikan laporan ketenagakerjaan bulanan AS pada hari Jumat. Data ini sangat penting untuk menilai langkah kebijakan moneter The Fed di sisa tahun ini.

Di tempat lain, bank sentral China terus menambah cadangan emasnya. Data terbaru menunjukkan China telah memborong emas selama 18 bulan berturut-turut hingga April lalu.

Tren positif emas juga menjalar ke logam mulia lainnya. Harga perak spot melesat 5% menjadi USD 81,19. Angka ini merupakan level tertingginya sejak 17 April.

Kenaikan juga terjadi pada logam industri strategis. Harga platinum bertambah 1,2% menjadi USD 2.085,75. Sementara itu, paladium menguat tipis 0,1% dan ditutup pada posisi USD 1.539,01.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Tunggu Respons Damai Iran, Harga Minyak Dunia Tergelincir Tipis

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 1%...

Sentimen Damai AS-Iran Jadi Angin Segar, Harga Emas Dunia Terkerek Naik 2,7%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga emas dunia menyentuh level...

Damai AS-Iran di Depan Mata, Harga Minyak Dunia Runtuh Lebih dari 7%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia merosot lebih...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru