STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (8/5/2026). Investor kembali merasa cemas akibat memanasnya permusuhan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sentimen negatif ini muncul di tengah gencatan senjata yang dinilai masih rapuh.
Mengutip CNBC International, AS dan Iran saling serang di Selat Hormuz. Masing-masing pihak mengklaim pihak lain sebagai pihak pertama yang memulai serangan.
Presiden AS Donald Trump bersikeras gencatan senjata tetap berlaku. Ia berbicara dengan reporter ABC News pada Kamis malam terkait insiden tersebut. Trump menyebut serangan ini “hanya sentuhan cinta”.
Trump kemudian memberikan pernyataan tambahan melalui unggahan di Truth Social. Ia mengklaim AS telah menghancurkan kapal-kapal kecil dan drone milik Iran. Benda-benda tersebut ia sebut “jatuh dengan sangat indah ke Laut, sangat mirip dengan kupu-kupu yang jatuh ke kuburannya!”
Ia juga memberikan peringatan keras kepada Iran untuk segera menerima kesepakatan nuklir.
“Sama seperti kita mengalahkan mereka lagi hari ini, kita akan mengalahkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih kejam, di masa depan, jika mereka tidak menandatangani Kesepakatan mereka, DENGAN CEPAT!” tulis Trump.
Ketegangan geopolitik ini membuat harga minyak berjangka memangkas kenaikan awal. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 0,41% menjadi USD 95,2 per barel. Minyak mentah berjangka Brent untuk bulan Juli bertambah 0,81% menjadi USD 100,87 per barel.
Indeks Kospi Korea Selatan naik tipis 0,11% ke level 7.498 di tengah perdagangan yang fluktuatif. Indeks Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil juga bertambah 0,71% menjadi 1.207,72.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,19% ke posisi 62.713,65. Penurunan ini dipicu aksi ambil untung setelah indeks tersebut mencetak rekor tertinggi pada hari Kamis. Saham Toyota Motor merosot 2,18%. Perusahaan otomotif ini melaporkan penurunan laba operasi kuartal keempat sebesar 49% akibat terbebani tarif impor AS.
Bursa Australia ikut terperosok ke zona merah. Indeks S&P/ASX 200 kehilangan 1,51% ke level 8.744,40. Di pasar saham China daratan, indeks CSI 300 ditutup melemah 0,58% pada level 4.871,91. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga turun 0,85% pada jam terakhir perdagangan sore. Indeks Nifty 50 India ikut merosot 0,62%.
