Bidik Laba Melonjak 70%, FORE Siapkan Rp250 Miliar untuk Ekspansi 100 Gerai Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp250 miliar pada 2026 untuk mendukung ekspansi bisnis di industri makanan dan minuman (F&B).

Direktur FORE, Tjong Pie Chen, mengatakan sebanyak Rp200 miliar dialokasikan untuk pengembangan gerai Fore Coffee. Sementara Rp50 miliar sisanya digunakan untuk pengembangan merek Fore Donut dan fasilitas dapur pusat atau central kitchen.

“Ekspansi tetap kami lakukan dengan perencanaan matang, termasuk meng-assess lokasi dan disiplin dalam mengelola biaya operasional agar semakin efisien,” ujar Tjong Pie Chen dalam paparan publik di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Perseroan menargetkan pembukaan sedikitnya 100 gerai baru sepanjang tahun ini, lebih tinggi dibanding realisasi tahun lalu yang mencapai lebih dari 90 gerai. Ekspansi tidak hanya difokuskan di kota besar, tetapi juga mulai menyasar kota Tier 2 dan Tier 3 seperti Ambon dan Banda Aceh.

Dari sisi kinerja keuangan, manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan atau top line sebesar 50% dibanding tahun sebelumnya. Sementara laba bersih diproyeksikan meningkat hingga 70% pada 2026.

Direktur FORE, Mohammad Fahmi Rachmatullah, menyebut optimisme tersebut ditopang kinerja perseroan yang terus bertumbuh.

Hingga kuartal I-2026, pendapatan FORE tercatat naik 52,4% secara tahunan menjadi Rp444,4 miliar. Laba bersih juga meningkat 60,5% menjadi Rp9,4 miliar. Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan jumlah gerai yang kini mencapai 335 unit di Indonesia dan Singapura.

Di tengah tantangan ekonomi global, FORE tetap memilih tidak menaikkan harga produk kepada konsumen. Perseroan mengantisipasi dampak gejolak global, termasuk ketegangan di Selat Hormuz dan pelemahan Rupiah, melalui strategi pengamanan harga bahan baku.

Direktur Utama FORE, Vico Lomar, mengatakan perusahaan telah mengunci kontrak harga dengan para vendor hingga akhir 2026 guna memitigasi fluktuasi harga bahan baku.

“Di tahun ini kami tidak ada rencana untuk menaikkan harga daripada Fore Coffee sendiri. Hingga saat ini kami masih bisa memitigasinya dengan kontrak tersebut,” ujar Vico Lomar.

FORE juga terus memperkuat diversifikasi usaha melalui bisnis donat. Perseroan telah membuka tujuh gerai Fore Donut dan berencana memperluas ekspansi ke sejumlah lokasi strategis, termasuk Bandara Soekarno-Hatta.

Selain ekspansi, kondisi keuangan perseroan juga menunjukkan perbaikan. Utang pinjaman bank berbunga turun 16,8% sejak awal tahun, sementara akumulasi kerugian berhasil ditekan 5,3%.

Di sisi keberlanjutan bisnis, FORE mengedepankan inisiatif ESG dengan menggunakan 100% biji kopi dan gula aren lokal untuk mendukung petani domestik. Perseroan juga terus mendorong penggunaan gelas plastik yang dapat digunakan kembali guna mengurangi limbah sekali pakai.

Dengan strategi ekspansi, efisiensi operasional, serta penguatan bisnis berkelanjutan, FORE optimistis dapat memperkuat posisinya di pasar kopi premium terjangkau di Indonesia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Budiman Kostaman Mundur dari Direktur Transcoal Pacific (TCPI), Perseroan Siap Menindaklanjutinya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) mengumumkan,...

Panca Budi Idaman (PBID) Guyur Dividen Rp53 per Saham, Catat Tanggalnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Dividen tunai Panca Budi Idaman Tbk (PBID)...

Awal Pekan, IHSG Turun Lagi 0,92% ke 6.905,620, 10 Indeks Sektor Turun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Dibuka melemah di 6.959,943, Indeks Harga Saham Gabungan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru