Bursa Saham Eropa Kompak Menguat di Tengah Goyangnya Kursi PM Inggris

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (13/5/2026) waktu setempat. Pergerakan positif ini terjadi di tengah gejolak politik yang sedang melanda Inggris dan memanasnya situasi geopolitik global.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,79% ke posisi 611,42. Hampir semua sektor dan bursa utama di kawasan tersebut berada di zona hijau. Indeks CAC 40 Perancis naik 0,35% ke level 8.007,97. FTSE MIB Italia melonjak 1,00% ke posisi 49.480,70.

Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,58% ke level 10.325,35. DAX Jerman tumbuh 0,76% ke posisi 24.136,81. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 0,46% ke level 17.654,90.

Pasar bereaksi positif usai kepanikan di bursa obligasi Inggris mereda. Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (gilts) mulai turun. Sehari sebelumnya angka imbal hasil ini sempat melonjak tajam. Investor sempat meragukan kebijakan disiplin fiskal di bawah pemerintahan yang baru.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer kini berada di bawah tekanan besar. Ia terus didesak mundur oleh berbagai pihak. Beberapa menteri junior bahkan telah memilih untuk mengundurkan diri. Namun, Starmer dengan tegas menolak tuntutan tersebut dalam rapat kabinet terbarunya.

“Terus menjalankan pemerintahan,” tegas Starmer merespons rentetan desakan mundur tersebut.

Kabar mengenai rencana pengunduran diri Menteri Kesehatan Wes Streeting turut mewarnai pasar. Ia diprediksi segera maju untuk menantang kepemimpinan Starmer. Situasi ini membuat imbal hasil obligasi Inggris bertenor 2 tahun turun 6 basis poin.

Dari sisi korporasi, raksasa otomatisasi Jerman Siemens membawa angin segar. Perusahaan membukukan laba bersih kuartal pertama sebesar 2,03 miliar euro. Angka ini sukses melampaui ekspektasi para analis. Saham Siemens pun ditutup menghijau.

Siemens juga meluncurkan program pembelian kembali saham. Nilainya sangat fantastis mencapai 6 miliar euro atau setara USD 7,04 miliar. Program ini akan berjalan hingga lima tahun ke depan. Beberapa perusahaan raksasa lain seperti Allianz, Deutsche Telekom, dan Porsche juga merilis laporan keuangan mereka.

Fokus investor global kini tertuju pada pertemuan dua pemimpin dunia. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan segera bertemu Presiden China Xi Jinping. Perdagangan internasional dan konflik Iran diprediksi menjadi topik utama.

Ketegangan antara AS dan Iran memang semakin meruncing. Trump menolak secara mentah-mentah proposal balasan dari Teheran. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bahkan menyebut Trump tidak butuh izin kongres untuk kembali menyerang Iran.

“Sangat lemah dan berada dalam kondisi kritis,” sebut Trump menanggapi status gencatan senjata AS dan Iran saat ini.

Data inflasi AS terbaru juga ikut memengaruhi sentimen pasar. Indeks harga produsen bulan April melonjak 1,4%. Angka ini jauh melampaui perkiraan para ekonom di level 0,5%. Rilis data yang panas ini membuat pergerakan saham di Wall Street menjadi bervariasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Bervariasi, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Berkat Saham Teknologi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

S&P 500 Futures Tertahan di Level Tertinggi, Saham Teknologi Pimpin Reli Wall Street

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Pergerakan S&P 500 futures tercatat...

Bursa Saham Asia Ditutup Beragam, Investor Pantau Pertemuan Trump-Xi dan Ketegangan Iran

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru