STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam pekan ini (22-26 Juni 2026) mengalami penurunan, dari 6.116,690 ke level 5.896,134. Sementara kapitalisasi pasar bursa pada Jumat (26/6/2026) tercatat sebesar Rp10.324.836 triliun, turun dari Rp10.735.758 triliun.
Seiring penurunan IHSG, terdapat 5 saham mencatat penurunan harga terbesar atau top losers pada pekan ini. Adapun 5 saham emiten terbesar di Top Losers pekan ini (22-26 Juni 2026) adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK), dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).
Menurut data RTI Business, dalam sepekan harga saham BRMS turun Rp125 atau anjlok 18,66% menjadi Rp545 per unit. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 2 miliar unit senilai Rp1,2 triliun. Frekuensi transaksi saham BRMS sebanyak 108.978 kali. Net foreign sell (NFS) di saham BRMS tercatat Rp94,2 miliar.
Posisi kedua, ditempati oleh saham ENRG yang melemah Rp255 atau ambles 17,96% menjadi Rp1.165 per saham. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 235,7 juta unit senilai Rp297,5 miliar. Frekuensi transaksi saham ENRG sebanyak 53.264 kali. Net foreign sell (NFS) di saham ENRG tercatat Rp4,6 miliar.
Berikut, saham INDY turun Rp385 atau tergerus 16,74% menjadi Rp1.915 per saham. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 80,2 juta unit senilai Rp167,9 miliar dengan frekuensi sebanyak 28.327 kali. Net foreign sell (NFS) di saham INDY tercatat sebesar Rp32,5 miliar.
Keempat diduduki saham BAIK yang melemah Rp115 atau terpangkas 16,43% menjadi Rp585 per unit. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 210 juta unit senilai Rp136 miliar. Frekuensi transaksi saham BAIK sebanyak 156.494 kali. Net foreign sell (NFS) di saham BAIK tercatat sebesar Rp1,7 miliar.
Terakhir (kelima), saham BIPI melorot Rp24 atau turun 15,38% menjadi Rp132 per saham. Volume saham yang ditransaksikan sebanyak 2,4 miliar unit senilai Rp348,1 miliar dengan frekuensi sebanyak 71.632 kali transaksi. Net foreign sell (NFS) di saham BIPI senilai Rp19,5 miliar.

