spot_img

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham KING, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING). Kebijakan tersebut mulai berlaku pada perdagangan sesi I, Senin (25/5/2026).

Suspensi dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai setelah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham KING dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, mengatakan langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap investor sekaligus menjaga keteraturan perdagangan saham di pasar modal.

“Sebagai bentuk perlindungan bagi investor, Bursa memandang perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham KING,” ujar Yulianto dalam keterbukaan informasi, Senin (25/5/2026).

BEI juga mengimbau seluruh pelaku pasar agar selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan emiten sebelum mengambil keputusan investasi. Suspensi akan berlangsung hingga terdapat pengumuman lebih lanjut dari Bursa.

Berdasarkan data perdagangan terakhir pada 22 Mei 2026, saham KING ditutup menguat 7,62% atau naik Rp40 menjadi Rp565 per saham, dibanding penutupan sebelumnya di level Rp525.

Harga tersebut sekaligus menjadi level tertinggi saham KING sepanjang tahun berjalan. Sebelumnya, saham emiten ini sempat menyentuh level terendah di Rp193 per saham pada 3 Februari 2026.

Volume perdagangan saham KING tercatat mencapai 5,47 juta lembar saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp1,47 triliun.

Dalam setahun terakhir, saham KING bergerak pada rentang Rp188 hingga Rp565 per saham. Kenaikan harga yang cukup tajam tersebut menjadi perhatian otoritas bursa sehingga pengawasan terhadap pergerakan saham perseroan diperketat. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Siap-siap! Pradiksi Gunatama (PGUN) Bakal Guyur Dividen Rp39,99 Miliar, Cek Jadwalnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kabar gembira bagi para pemegang saham...

Pemerintah Lelang 9 Seri SUN Besok, Target Dana Capai Rp36 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan menggelar...

IHSG Diprediksi Koreksi, BNI Sekuritas Ungkap 6 Saham Pilihan Hari Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru